<?xml version="1.0"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" href="http://en.gospeltranslations.org/w/skins/common/feed.css?239"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title>Gospel Translations - User contributions [en]</title>
		<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Special:Contributions/Ywdjzxy</link>
		<description>From Gospel Translations</description>
		<language>en</language>
		<generator>MediaWiki 1.16alpha</generator>
		<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 18:57:59 GMT</lastBuildDate>
		<item>
			<title>Jesus, Women, and Men/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Jesus,_Women,_and_Men/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Yesus, Wanita, dan Pria}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Lukas 13:10-17'''&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: ”Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: ”Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawannya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus telah berbuat lebih daripada siapapun untuk menghantarkan kesucian dan harmoni di antara pria dan wanita. Saya ingin menggambarkan kebenaran ini dimulai dengan bacaan kita untuk kemudian juga menunjukkan hal yang sama dari bagian-bagian lain ajaran-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita tengah berada di rumah ibadat pada hari Sabat. Ia bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Ia berada dalam kondisi ini selama 18 tahun. Yesus juga sedang berada di rumah ibadat. Hari itu Ia-lah yang mengajar. Nah, apa yang terjadi sekarang di sini sungguh luar biasa. Yesus tidak bertanya padanya mengenai penyakitnya. Si wanita pun tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Ayat 12-13 hanya mengatakan,”Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: ’Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.’ Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang wanita tidak meminta apapun. Ia tak menjanjikan apa-apa. Ia tidak menghampiri Yesus. Ia tidak menekan tangan-Nya. Yesus bisa saja menyelesaikan ajaran-Nya dan pulang ke rumah dan tak seorangpun akan bahkan memikirkan wanita ini. Akan tetapi Ia berhenti. Ia memanggilnya. Ia mengambil inisiatif dan menaruh perhatian pada wanita ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi di sini Yesuslah yang lebih dulu bertindak. Ada sesuatu yang ingin dikatakan-Nya. Ia ingin menyampaikan sesuatu mengenai hari Sabat dan apa yang dimaksud dengan menjaganya tetap suci. Ada hal yang ingin dikatakannya mengenai kemunafikan para kepala rumah ibadat yang memberi minum lembunya di hari Sabat namun mengecam penyembuhan yang dilakukan Yesus. Dan Ia ingin menyampaikan sesuatu tentang wanita dan pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terakhir inilah yang menjadi perhatian kita sekarang. Ayat 16 merupakan ayat kunci mengenai hal ini: ”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Apabila satu-satunya hal yang ingin disampaikan Yesus sekedar mengenai berbuat baik di hari Sabat ataupun kemunafikan para kepala, Ia cukup berkata,”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu?” Bagaimanapun, bukan itu yang Ia katakan. Ia menyebutnya seorang keturunan Abraham.” ” Bukankah perempuan ini, . . . harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata tersebut,”keturunan Abraham” dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada para kepala rumah ibadat. Pesannya kira-kira berbunyi demikian: Alasan terpenting di atas segalanya mengapa Anda harus lebih peduli pada seseorang yang menderita dibandingkan pada seekor lembu haus, adalah kenyataan bahwa wanita ini adalah seorang rekan pewaris dari berkat yang dijanjikan kepada Abraham. Anda membanggakan diri dengan berkata,”Kita adalah anak-anak Abraham.” Nah, wanita itu juga adalah seorang anak Abraham. Anda bersembunyi dari peringatan Yohanes Pembaptis dengan berkata,”Kita memiliki Abraham sebagai bapa kita.” Nah, wanita itu juga memiliki Abraham sebagai bapanya.&lt;br /&gt;
Karenanya pesan dari Yesus bagi para kepala rumah ibadat merupakan pesan yang bukan hanya mengenai penjagaan hari Sabat mereka belaka, pun bukan sekedar tentang kemunafikan mereka, akan tetapi mengenai bagaiman pria dan wanita semestinya berhubungan satu sama lain sebagai rekan pewaris janji Tuhan. Ia berseru kepada para pria di dalam rumah ibadat, dan Ia berseru kepada para pria di gereja saat ini,”Para wanita percaya di tengah-tengah kamu adalah pewaris janji Tuhan. Mereka juga adalah orang yang lemah lembut yang akan memiliki bumi (Matius 5:5). Mereka pun adalah orang-orang benar yang akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” (Matius 13:43).&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Anda lihat apa artinya ini bagi kita, pria dan wanita di masa sekarang? Para suami  dan para isteri. Para saudara dan saudari. Para kekasih pria dan wanita. Kita semua sebagaimana kita berhubungan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Ini berarti kita harus belajar untuk melihat satu sama lain melalui lensa perkataan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita di rumah ibadat ini telah menderita bungkuk selama lebih dari 18 tahun. Bagaimanakah rasanya? Mengerikan. Begitulah rasanya. Orang-orang menatap. Mereka beranggapan Anda telah melakukan sejumlah dosa berat. Anak-anak menertawakan dan mencemooh. Anda tidak sanggup menatap mata siapapun. Orang-orang tidak tahu bagaimana untuk mengajak bercakap-cakap. Anda tidak dapat merasakan hubungan seksual yang normal dengan suamimu. Anda merasa seakan-akan Anda hanyalah sumber rasa malu bagi siapapun yang bersama dengan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apakah yang Anda lihat ketika melihat wanita ini? Bila Anda adalah suaminya apakah yang Anda lihat? Para suami (marilah kita langsung perbarui ini), apakah yang Anda lihat ketika Anda melihat isterimu? Jawaban untuk itu, tentu saja, bergantung dari kacamata apa yang Anda pergunakan. Apa yang Anda lihat akan teramat berbeda, tergantung dari apakah Anda melihatnya melalui kacamata majalah Playboy atau melalui kacamata Sabda Allah. Jika Anda melihat melalui kacamata Sabda Allah, Anda akan melihat seorang anak Abraham. Kalau kita belajar untuk memandang para wanita Kristen dengan cara yang sama seperti Yesus melihat wanita di rumah ibadat ini, kita akan mendapati mereka sebagai pewaris Raja Kemuliaan. Dan ini akan membawa efek yang begitu mendalam pada hubungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini berlaku dua arah. Para wanita bisa saja kecewa pada suami mereka sebagaimana para pria kecewa akan isteri mereka. Para wanita sama sejajarnya untuk berkata negatif mengenai suami mereka. Wanita sama sejajarnya untuk mencoba menjadikan suami mereka sesuai dengan semua hal yang mereka impikan. Dan karenanya perlu juga dikatakan bahwa wanita pun harus belajar untuk memandang pria melalui kacamata Sabda Allah. Ia adalah putera Abraham sebagai seorang yang percaya kepada Kristus. Suatu hari ia akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapanya. Dengan seluruh ketidaksempurnaan ia akan diubahkan dalam sekejap mata: semua dosa akan musnah selamanya; dan ia akan menerima tubuh seperti tubuh Kristus yang penuh kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa, dalam masa-masa mendatang kita akan terheran-heran tatkala kita menoleh ke belakang untuk mendapati betapa parahnya kemampuan kita untuk memperlakukan satu sama lain dalam perjalanan menuju kemuliaan. Kehormatan dan respek dan bahkan kekaguman  seharusnya kita tunjukkan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Betapa lebih bahagianya rumah kita bila diisi dengan ekspresi kehormatan ini! Dan rumah kita AKAN diisi dengan ekspresi-ekspresi ini hingga tahapan di mana kita belajar untuk melihat satu sama lain melalui kacamata Sabda Allah – sebagai putera-puteri Abraham; pewaris seluruh janji Tuhan; bersama-sama ditakdirkan atas kemuliaan yang tak terkatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah inilah hal yang Yesus lakukan untuk membantu kita kembali menjadi sebagaimana Allah menciptakan kita sebagai pria dan wanita yang mencerminkan citra Allah. Dan Ia melakukannya lagi dan lagi. Karena itu apa yang ingin saya lakukan dalam waktu yang tersisa adalah untuk memberikan lebih banyak gambaran mengenai bagaimana Yesus menolong kita untuk memulihkan kesucian dan harmoni dalam hal pria dan wanita saling berhubungan satu sama lain. Ada lebih banyak hal yang dapat diucapkan selain yang dapat ditulis di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dalam Matius 5:28-29 Yesus berkata,”Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu perkataan ini Yesus mengecam segala bentuk pornografi dan seluruh kegiatan mengkomersialisasikan tubuh wanita dalam periklanan dan hiburan dengan cara yang paling mendesak (ancaman neraka). Dapatkah Anda bayangkan betapa besarnya murka di surga berkenaan dengan bisnis milyaran dolar yang melakukan apa yang jelas-jelas dilarang oleh Putera Allah – sebut saja, menggoda pria untuk memandang wanita dengan hasrat seksual – bukan sebagai pribadi, maaf, akan tetapi lebih sebagai objek kesenangan seksual belaka! Dan apa yang begitu jelas disampaikan dalam Matius 5:28f adalah bahwa Yesus Kristus bermaksud menyelamatkan kaum wanita dari gempuran atas hak kemanusiaan mereka ini. Para pria pengikut Yesus menjaga mata mereka untuk kebaikan para wanita dan untuk kemuliaan Allah. Dan para wanita pengikut Yesus menatap pada Yesus mengenai bagaimana menggunakan tubuh mereka, bukannya pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dalam Matius 7:12 Yesus berkata,”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Tentunya Anda tidak berpikir bahwa di sini Yesus mengecualikan hubungan antara pria dan wanita – seakan-akan pria dan wanita tidak perlu memperlakukan satu sama lain sesuai dengan aturan emas ini, ya kan? Tidak. Kita seharusnya memperlakukan satu sama lain dengan cara yang sama kita ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amatlah sulit untuk mengatakan sesuatu yang lebih radikal daripada ini. Hubungan-hubungan dikembangkan ketika dua orang manusia hidup dengan aturan emas ini. Alasannya ia begitu revolusioner adalah karena Anda dan saya secara alamiah memiliki hasrat yang begitu besar untuk diperlakukan baik oleh orang lain. Tak seorangpun dalam ruangan ini suka diolok-olok. Tak seorangpun di sini ingin diacuhkan dan diperlakukan seperti orang yang tak berguna. Tak seorangpun mau dieksploitasi dan dimanfaatkan. Ini berarti jika semua orang di ruangan ini hidup dengan aturan emas Yesus, maka tak seorangpun akan diolok-olok oleh orang-orang lain di sini. Tak seorangpun di sini akan diperlakukan seakan-akan ia tidak berguna oleh yang lain. Tak seorangpun di sini akan memanfaatkan yang lainnya. Ukuran cinta kita untuk kebahagiaan kita sendiri adalah ukuran seberapa antusiasnya kita mengejar kebahagiaan satu sama lain. Ini sepenuhnya revolusioner, terutama dalam pernikahan dan hubungan antara pria dan wanita secara umum. Dan itulah yang Yesus perintahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hal paling mengejutkan yang pernah dikatakan Yesus mengenai dosa khusus pria dan wanita adalah kata-kata dalam Matius 18:3,” Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Para pria yang bersikap seperti pembuat onar dan para wanita yang bertingkah layaknya wanita genit tak berdaya tidaklah seperti anak-anak. Mereka kekanak-kanakan. Kemiripan dengan anak-anak yang murni dan kerendahan hati, seperti semua yang diajarkan Yesus, adalah revolusioner bagi hubungan antara pria dan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagaimanakah hal ini terkait dengan kesimpulan kita minggu lalu – bahwa Allah memanggil pria untuk memegang tanggung jawab utama kepemimpinan dalam hubungannya dengan wanita? – bahwa pria bertanggung jawab lebih dulu kepada Allah dalam hal mengambil inisiatif melakukan apa yang dapat dilakukan untuk membuat segala hal berjalan sebagaimana mestinya dalam suatu hubungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah: Yesus menghapus kepemimpinan Kristen dalam segala hal yang membuatnya terlihat buruk dan membangunnya menjadi kepemimpinan Kristen yang membuatnya menjadi indah. Ia menghapusnya melalui merendahkan diri; dan Ia membangun ke dalamnya kenyataan tentang pelayanan. Ia berkata,”Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). Itulah akhir dari keangkuhan dan perendahan diri dalam kepemimpinan Kristen. Dan ia berkata,” Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26). Itulah kunci menuju kepemimpinan indah yang membangun yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, adalah salah bila dikatakan bahwa Yesus menentang konsep kepemimpinan karena Ia menaikkan konsep pelayanan. Kita tahu dari apa yang Ia katakan dan lakukan bahwa ini tidaklah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Ia katakan adalah demikian: ”Pemimpin hendaklah sebagai pelayan” (Lukas 22:26). Tetapi Ia tak pernah mengatakan,”Hendaklah pemimpin berhenti menjadi pemimpin.” Tidak pula Ia berkata,”Melayani membuat para pemimpin tak seberarti pemimpin.” Ia semata-mata berkata,”Ketika kepemimpinan merupakan hal yang tepat, hendaklah itu merupakan kepemimpinan pelayanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang dilakukan-Nya adalah mempersembahkan diri sendiri sebagai teladan atas apa yang Ia katakan: pada titik terendah-Nya dalam pelayanan, dengan menggunakan kain Ia membasuh kaki murid-murid-Nya ibarat budak, dan tak seorangpun dalam ruangan itu yang meragukan siapakah yang jadi pemimpin. Dialah sosok yang akan mereka ikuti. Di kakinya – dan, bila mereka mengerti, they would be on theirs! Pelayanan tidaklah menihilkan atau membatalkan kepemimpinan; melainkan mengubah kepemimpinan. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, nampak lemah dan sepenuhnya tak berdaya, ia tengah memimpin sebuah kelompok besar menuju kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang Yesus lakukan bagi kita adalah: Ia menunjukkan pada kita dan mengajar kita bahwa jika seorang pria mengambil tanggung jawab kepemimpinan berdasarkan kitab Kejadian 2, ia tidak boleh menyalahgunakannya sebagai hak bagi dirinya sendiri; ia harus menerimanya sebagai sebuah tanggung jawab yang diberikan Allah. Bahasa kepemimpinan merupakan bahasa tanggung jawab bukan bahasa hak. Itu adalah tanggung jawab kepemimpinan pelayan, bukannya hak untuk dominasi keangkuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah tepatnya ke mana Paulus membawa kita dalam Efesus 5 ketika ia berbicara mengenai para suami yang mengasihi dan memimpin seperti Kristus. Dan ke sanalah kita akan beralih minggu depan.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 03:05:48 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Jesus,_Women,_and_Men/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Jesus, Women, and Men/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Jesus,_Women,_and_Men/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Yesus, Wanita, dan Pria}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Lukas 13:10-17'''&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: ”Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: ”Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawannya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus telah berbuat lebih daripada siapapun untuk menghantarkan kesucian dan harmoni di antara pria dan wanita. Saya ingin menggambarkan kebenaran ini dimulai dengan bacaan kita untuk kemudian juga menunjukkan hal yang sama dari bagian-bagian lain ajaran-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita tengah berada di rumah ibadat pada hari Sabat. Ia bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Ia berada dalam kondisi ini selama 18 tahun. Yesus juga sedang berada di rumah ibadat. Hari itu Ia-lah yang mengajar. Nah, apa yang terjadi sekarang di sini sungguh luar biasa. Yesus tidak bertanya padanya mengenai penyakitnya. Si wanita pun tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Ayat 12-13 hanya mengatakan,”Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: ’Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.’ Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang wanita tidak meminta apapun. Ia tak menjanjikan apa-apa. Ia tidak menghampiri Yesus. Ia tidak menekan tangan-Nya. Yesus bisa saja menyelesaikan ajaran-Nya dan pulang ke rumah dan tak seorangpun akan bahkan memikirkan wanita ini. Akan tetapi Ia berhenti. Ia memanggilnya. Ia mengambil inisiatif dan menaruh perhatian pada wanita ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi di sini Yesuslah yang lebih dulu bertindak. Ada sesuatu yang ingin dikatakan-Nya. Ia ingin menyampaikan sesuatu mengenai hari Sabat dan apa yang dimaksud dengan menjaganya tetap suci. Ada hal yang ingin dikatakannya mengenai kemunafikan para kepala rumah ibadat yang memberi minum lembunya di hari Sabat namun mengecam penyembuhan yang dilakukan Yesus. Dan Ia ingin menyampaikan sesuatu tentang wanita dan pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terakhir inilah yang menjadi perhatian kita sekarang. Ayat 16 merupakan ayat kunci mengenai hal ini: ”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Apabila satu-satunya hal yang ingin disampaikan Yesus sekedar mengenai berbuat baik di hari Sabat ataupun kemunafikan para kepala, Ia cukup berkata,”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu?” Bagaimanapun, bukan itu yang Ia katakan. Ia menyebutnya seorang keturunan Abraham.” ” Bukankah perempuan ini, . . . harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata tersebut,”keturunan Abraham” dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada para kepala rumah ibadat. Pesannya kira-kira berbunyi demikian: Alasan terpenting di atas segalanya mengapa Anda harus lebih peduli pada seseorang yang menderita dibandingkan pada seekor lembu haus, adalah kenyataan bahwa wanita ini adalah seorang rekan pewaris dari berkat yang dijanjikan kepada Abraham. Anda membanggakan diri dengan berkata,”Kita adalah anak-anak Abraham.” Nah, wanita itu juga adalah seorang anak Abraham. Anda bersembunyi dari peringatan Yohanes Pembaptis dengan berkata,”Kita memiliki Abraham sebagai bapa kita.” Nah, wanita itu juga memiliki Abraham sebagai bapanya.&lt;br /&gt;
Karenanya pesan dari Yesus bagi para kepala rumah ibadat merupakan pesan yang bukan hanya mengenai penjagaan hari Sabat mereka belaka, pun bukan sekedar tentang kemunafikan mereka, akan tetapi mengenai bagaiman pria dan wanita semestinya berhubungan satu sama lain sebagai rekan pewaris janji Tuhan. Ia berseru kepada para pria di dalam rumah ibadat, dan Ia berseru kepada para pria di gereja saat ini,”Para wanita percaya di tengah-tengah kamu adalah pewaris janji Tuhan. Mereka juga adalah orang yang lemah lembut yang akan memiliki bumi (Matius 5:5). Mereka pun adalah orang-orang benar yang akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” (Matius 13:43).&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Anda lihat apa artinya ini bagi kita, pria dan wanita di masa sekarang? Para suami  dan para isteri. Para saudara dan saudari. Para kekasih pria dan wanita. Kita semua sebagaimana kita berhubungan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Ini berarti kita harus belajar untuk melihat satu sama lain melalui lensa perkataan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita di rumah ibadat ini telah menderita bungkuk selama lebih dari 18 tahun. Bagaimanakah rasanya? Mengerikan. Begitulah rasanya. Orang-orang menatap. Mereka beranggapan Anda telah melakukan sejumlah dosa berat. Anak-anak menertawakan dan mencemooh. Anda tidak sanggup menatap mata siapapun. Orang-orang tidak tahu bagaimana untuk mengajak bercakap-cakap. Anda tidak dapat merasakan hubungan seksual yang normal dengan suamimu. Anda merasa seakan-akan Anda hanyalah sumber rasa malu bagi siapapun yang bersama dengan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apakah yang Anda lihat ketika melihat wanita ini? Bila Anda adalah suaminya apakah yang Anda lihat? Para suami (marilah kita langsung perbarui ini), apakah yang Anda lihat ketika Anda melihat isterimu? Jawaban untuk itu, tentu saja, bergantung dari kacamata apa yang Anda pergunakan. Apa yang Anda lihat akan teramat berbeda, tergantung dari apakah Anda melihatnya melalui kacamata majalah Playboy atau melalui kacamata Sabda Allah. Jika Anda melihat melalui kacamata Sabda Allah, Anda akan melihat seorang anak Abraham. Kalau kita belajar untuk memandang para wanita Kristen dengan cara yang sama seperti Yesus melihat wanita di rumah ibadat ini, kita akan mendapati mereka sebagai pewaris Raja Kemuliaan. Dan ini akan membawa efek yang begitu mendalam pada hubungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini berlaku dua arah. Para wanita bisa saja kecewa pada suami mereka sebagaimana para pria kecewa akan isteri mereka. Para wanita sama sejajarnya untuk berkata negatif mengenai suami mereka. Wanita sama sejajarnya untuk mencoba menjadikan suami mereka sesuai dengan semua hal yang mereka impikan. Dan karenanya perlu juga dikatakan bahwa wanita pun harus belajar untuk memandang pria melalui kacamata Sabda Allah. Ia adalah putera Abraham sebagai seorang yang percaya kepada Kristus. Suatu hari ia akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapanya. Dengan seluruh ketidaksempurnaan ia akan diubahkan dalam sekejap mata: semua dosa akan musnah selamanya; dan ia akan menerima tubuh seperti tubuh Kristus yang penuh kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa, dalam masa-masa mendatang kita akan terheran-heran tatkala kita menoleh ke belakang untuk mendapati betapa parahnya kemampuan kita untuk memperlakukan satu sama lain dalam perjalanan menuju kemuliaan. Kehormatan dan respek dan bahkan kekaguman  seharusnya kita tunjukkan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Betapa lebih bahagianya rumah kita bila diisi dengan ekspresi kehormatan ini! Dan rumah kita AKAN diisi dengan ekspresi-ekspresi ini hingga tahapan di mana kita belajar untuk melihat satu sama lain melalui kacamata Sabda Allah – sebagai putera-puteri Abraham; pewaris seluruh janji Tuhan; bersama-sama ditakdirkan atas kemuliaan yang tak terkatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah inilah hal yang Yesus lakukan untuk membantu kita kembali menjadi sebagaimana Allah menciptakan kita sebagai pria dan wanita yang mencerminkan citra Allah. Dan Ia melakukannya lagi dan lagi. Karena itu apa yang ingin saya lakukan dalam waktu yang tersisa adalah untuk memberikan lebih banyak gambaran mengenai bagaimana Yesus menolong kita untuk memulihkan kesucian dan harmoni dalam hal pria dan wanita saling berhubungan satu sama lain. Ada lebih banyak hal yang dapat diucapkan selain yang dapat ditulis di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dalam Matius 5:28-29 Yesus berkata,”Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu perkataan ini Yesus mengecam segala bentuk pornografi dan seluruh kegiatan mengkomersialisasikan tubuh wanita dalam periklanan dan hiburan dengan cara yang paling mendesak (ancaman neraka). Dapatkah Anda bayangkan betapa besarnya murka di surga berkenaan dengan bisnis milyaran dolar yang melakukan apa yang jelas-jelas dilarang oleh Putera Allah – sebut saja, menggoda pria untuk memandang wanita dengan hasrat seksual – bukan sebagai pribadi, maaf, akan tetapi lebih sebagai objek kesenangan seksual belaka! Dan apa yang begitu jelas disampaikan dalam Matius 5:28f adalah bahwa Yesus Kristus bermaksud menyelamatkan kaum wanita dari gempuran atas hak kemanusiaan mereka ini. Para pria pengikut Yesus menjaga mata mereka untuk kebaikan para wanita dan untuk kemuliaan Allah. Dan para wanita pengikut Yesus menatap pada Yesus mengenai bagaimana menggunakan tubuh mereka, bukannya pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dalam Matius 7:12 Yesus berkata,”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Tentunya Anda tidak berpikir bahwa di sini Yesus mengecualikan hubungan antara pria dan wanita – seakan-akan pria dan wanita tidak perlu memperlakukan satu sama lain sesuai dengan aturan emas ini, ya kan? Tidak. Kita seharusnya memperlakukan satu sama lain dengan cara yang sama kita ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amatlah sulit untuk mengatakan sesuatu yang lebih radikal daripada ini. Hubungan-hubungan dikembangkan ketika dua orang manusia hidup dengan aturan emas ini. Alasannya ia begitu revolusioner adalah karena Anda dan saya secara alamiah memiliki hasrat yang begitu besar untuk diperlakukan baik oleh orang lain. Tak seorangpun dalam ruangan ini suka diolok-olok. Tak seorangpun di sini ingin diacuhkan dan diperlakukan seperti orang yang tak berguna. Tak seorangpun mau dieksploitasi dan dimanfaatkan. Ini berarti jika semua orang di ruangan ini hidup dengan aturan emas Yesus, maka tak seorangpun akan diolok-olok oleh orang-orang lain di sini. Tak seorangpun di sini akan diperlakukan seakan-akan ia tidak berguna oleh yang lain. Tak seorangpun di sini akan memanfaatkan yang lainnya. Ukuran cinta kita untuk kebahagiaan kita sendiri adalah ukuran seberapa antusiasnya kita mengejar kebahagiaan satu sama lain. Ini sepenuhnya revolusioner, terutama dalam pernikahan dan hubungan antara pria dan wanita secara umum. Dan itulah yang Yesus perintahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hal paling mengejutkan yang pernah dikatakan Yesus mengenai dosa khusus pria dan wanita adalah kata-kata dalam Matius 18:3,” Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Para pria yang bersikap seperti pembuat onar dan para wanita yang bertingkah layaknya wanita genit tak berdaya tidaklah seperti anak-anak. Mereka kekanak-kanakan. Kemiripan dengan anak-anak yang murni dan kerendahan hati, seperti semua yang diajarkan Yesus, adalah revolusioner bagi hubungan antara pria dan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagaimanakah hal ini terkait dengan kesimpulan kita minggu lalu – bahwa Allah memanggil pria untuk memegang tanggung jawab utama kepemimpinan dalam hubungannya dengan wanita? – bahwa pria bertanggung jawab lebih dulu kepada Allah dalam hal mengambil inisiatif melakukan apa yang dapat dilakukan untuk membuat segala hal berjalan sebagaimana mestinya dalam suatu hubungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah: Yesus menghapus kepemimpinan Kristen dalam segala hal yang membuatnya terlihat buruk dan membangunnya menjadi kepemimpinan Kristen yang membuatnya menjadi indah. Ia menghapusnya melalui merendahkan diri; dan Ia membangun ke dalamnya kenyataan tentang pelayanan. Ia berkata,”Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). Itulah akhir dari keangkuhan dan perendahan diri dalam kepemimpinan Kristen. Dan ia berkata,” Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26). Itulah kunci menuju kepemimpinan indah yang membangun yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, adalah salah bila dikatakan bahwa Yesus menentang konsep kepemimpinan karena Ia menaikkan konsep pelayanan. Kita tahu dari apa yang Ia katakan dan lakukan bahwa ini tidaklah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Ia katakan adalah demikian: ”Pemimpin hendaklah sebagai pelayan” (Lukas 22:26). Tetapi Ia tak pernah mengatakan,”Hendaklah pemimpin berhenti menjadi pemimpin.” Tidak pula Ia berkata,”Melayani membuat para pemimpin tak seberarti pemimpin.” Ia semata-mata berkata,”Ketika kepemimpinan merupakan hal yang tepat, hendaklah itu merupakan kepemimpinan pelayanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang dilakukan-Nya adalah mempersembahkan diri sendiri sebagai teladan atas apa yang Ia katakan: pada titik terendah-Nya dalam pelayanan, dengan menggunakan handuk Ia membasuh kaki murid-murid-Nya ibarat budak, dan tak seorangpun dalam ruangan itu yang meragukan siapakah yang jadi pemimpin. Dialah sosok yang akan mereka ikuti. Di kakinya – dan, bila mereka mengerti, they would be on theirs! Pelayanan tidaklah menihilkan atau membatalkan kepemimpinan; melainkan mengubah kepemimpinan. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, nampak lemah dan sepenuhnya tak berdaya, ia tengah memimpin sebuah kelompok besar menuju kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang Yesus lakukan bagi kita adalah: Ia menunjukkan pada kita dan mengajar kita bahwa jika seorang pria mengambil tanggung jawab kepemimpinan berdasarkan kitab Kejadian 2, ia tidak boleh menyalahgunakannya sebagai hak bagi dirinya sendiri; ia harus menerimanya sebagai sebuah tanggung jawab yang diberikan Allah. Bahasa kepemimpinan merupakan bahasa tanggung jawab bukan bahasa hak. Itu adalah tanggung jawab kepemimpinan pelayan, bukannya hak untuk dominasi keangkuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah tepatnya ke mana Paulus membawa kita dalam Efesus 5 ketika ia berbicara mengenai para suami yang mengasihi dan memimpin seperti Kristus. Dan ke sanalah kita akan beralih minggu depan.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 03:03:21 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Jesus,_Women,_and_Men/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Jesus, Women, and Men/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Jesus,_Women,_and_Men/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Yesus, Wanita, dan Pria}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Lukas 13:10-17'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: ”Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: ”Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawannya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus telah berbuat lebih daripada siapapun untuk menghantarkan kesucian dan harmoni di antara pria dan wanita. Saya ingin menggambarkan kebenaran ini dimulai dengan bacaan kita untuk kemudian juga menunjukkan hal yang sama dari bagian-bagian lain ajaran-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita tengah berada di rumah ibadat pada hari Sabat. Ia bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Ia berada dalam kondisi ini selama 18 tahun. Yesus juga sedang berada di rumah ibadat. Hari itu Ia-lah yang mengajar. Nah, apa yang terjadi sekarang di sini sungguh luar biasa. Yesus tidak bertanya padanya mengenai penyakitnya. Si wanita pun tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Ayat 12-13 hanya mengatakan,”Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: ’Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.’ Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang wanita tidak meminta apapun. Ia tak menjanjikan apa-apa. Ia tidak menghampiri Yesus. Ia tidak menekan tangan-Nya. Yesus bisa saja menyelesaikan ajaran-Nya dan pulang ke rumah dan tak seorangpun akan bahkan memikirkan wanita ini. Akan tetapi Ia berhenti. Ia memanggilnya. Ia mengambil inisiatif dan menaruh perhatian pada wanita ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi di sini Yesuslah yang lebih dulu bertindak. Ada sesuatu yang ingin dikatakan-Nya. Ia ingin menyampaikan sesuatu mengenai hari Sabat dan apa yang dimaksud dengan menjaganya tetap suci. Ada hal yang ingin dikatakannya mengenai kemunafikan para kepala rumah ibadat yang memberi minum lembunya di hari Sabat namun mengecam penyembuhan yang dilakukan Yesus. Dan Ia ingin menyampaikan sesuatu tentang wanita dan pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terakhir inilah yang menjadi perhatian kita sekarang. Ayat 16 merupakan ayat kunci mengenai hal ini: ”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Apabila satu-satunya hal yang ingin disampaikan Yesus sekedar mengenai berbuat baik di hari Sabat ataupun kemunafikan para kepala, Ia cukup berkata,”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu?” Bagaimanapun, bukan itu yang Ia katakan. Ia menyebutnya seorang keturunan Abraham.” ” Bukankah perempuan ini, . . . harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata tersebut,”keturunan Abraham” dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada para kepala rumah ibadat. Pesannya kira-kira berbunyi demikian: Alasan terpenting di atas segalanya mengapa Anda harus lebih peduli pada seseorang yang menderita dibandingkan pada seekor lembu haus, adalah kenyataan bahwa wanita ini adalah seorang rekan pewaris dari berkat yang dijanjikan kepada Abraham. Anda membanggakan diri dengan berkata,”Kita adalah anak-anak Abraham.” Nah, wanita itu juga adalah seorang anak Abraham. Anda bersembunyi dari peringatan Yohanes Pembaptis dengan berkata,”Kita memiliki Abraham sebagai bapa kita.” Nah, wanita itu juga memiliki Abraham sebagai bapanya.&lt;br /&gt;
Karenanya pesan dari Yesus bagi para kepala rumah ibadat merupakan pesan yang bukan hanya mengenai penjagaan hari Sabat mereka belaka, pun bukan sekedar tentang kemunafikan mereka, akan tetapi mengenai bagaiman pria dan wanita semestinya berhubungan satu sama lain sebagai rekan pewaris janji Tuhan. Ia berseru kepada para pria di dalam rumah ibadat, dan Ia berseru kepada para pria di gereja saat ini,”Para wanita percaya di tengah-tengah kamu adalah pewaris janji Tuhan. Mereka juga adalah orang yang lemah lembut yang akan memiliki bumi (Matius 5:5). Mereka pun adalah orang-orang benar yang akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” (Matius 13:43).&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Anda lihat apa artinya ini bagi kita, pria dan wanita di masa sekarang? Para suami  dan para isteri. Para saudara dan saudari. Para kekasih pria dan wanita. Kita semua sebagaimana kita berhubungan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Ini berarti kita harus belajar untuk melihat satu sama lain melalui lensa perkataan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita di rumah ibadat ini telah menderita bungkuk selama lebih dari 18 tahun. Bagaimanakah rasanya? Mengerikan. Begitulah rasanya. Orang-orang menatap. Mereka beranggapan Anda telah melakukan sejumlah dosa berat. Anak-anak menertawakan dan mencemooh. Anda tidak sanggup menatap mata siapapun. Orang-orang tidak tahu bagaimana untuk mengajak bercakap-cakap. Anda tidak dapat merasakan hubungan seksual yang normal dengan suamimu. Anda merasa seakan-akan Anda hanyalah sumber rasa malu bagi siapapun yang bersama dengan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apakah yang Anda lihat ketika melihat wanita ini? Bila Anda adalah suaminya apakah yang Anda lihat? Para suami (marilah kita langsung perbarui ini), apakah yang Anda lihat ketika Anda melihat isterimu? Jawaban untuk itu, tentu saja, bergantung dari kacamata apa yang Anda pergunakan. Apa yang Anda lihat akan teramat berbeda, tergantung dari apakah Anda melihatnya melalui kacamata majalah Playboy atau melalui kacamata Sabda Allah. Jika Anda melihat melalui kacamata Sabda Allah, Anda akan melihat seorang anak Abraham. Kalau kita belajar untuk memandang para wanita Kristen dengan cara yang sama seperti Yesus melihat wanita di rumah ibadat ini, kita akan mendapati mereka sebagai pewaris Raja Kemuliaan. Dan ini akan membawa efek yang begitu mendalam pada hubungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini berlaku dua arah. Para wanita bisa saja kecewa pada suami mereka sebagaimana para pria kecewa akan isteri mereka. Para wanita sama sejajarnya untuk berkata negatif mengenai suami mereka. Wanita sama sejajarnya untuk mencoba menjadikan suami mereka sesuai dengan semua hal yang mereka impikan. Dan karenanya perlu juga dikatakan bahwa wanita pun harus belajar untuk memandang pria melalui kacamata Sabda Allah. Ia adalah putera Abraham sebagai seorang yang percaya kepada Kristus. Suatu hari ia akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapanya. Dengan seluruh ketidaksempurnaan ia akan diubahkan dalam sekejap mata: semua dosa akan musnah selamanya; dan ia akan menerima tubuh seperti tubuh Kristus yang penuh kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa, dalam masa-masa mendatang kita akan terheran-heran tatkala kita menoleh ke belakang untuk mendapati betapa parahnya kemampuan kita untuk memperlakukan satu sama lain dalam perjalanan menuju kemuliaan. Kehormatan dan respek dan bahkan kekaguman  seharusnya kita tunjukkan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Betapa lebih bahagianya rumah kita bila diisi dengan ekspresi kehormatan ini! Dan rumah kita AKAN diisi dengan ekspresi-ekspresi ini hingga tahapan di mana kita belajar untuk melihat satu sama lain melalui kacamata Sabda Allah – sebagai putera-puteri Abraham; pewaris seluruh janji Tuhan; bersama-sama ditakdirkan atas kemuliaan yang tak terkatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah inilah hal yang Yesus lakukan untuk membantu kita kembali menjadi sebagaimana Allah menciptakan kita sebagai pria dan wanita yang mencerminkan citra Allah. Dan Ia melakukannya lagi dan lagi. Karena itu apa yang ingin saya lakukan dalam waktu yang tersisa adalah untuk memberikan lebih banyak gambaran mengenai bagaimana Yesus menolong kita untuk memulihkan kesucian dan harmoni dalam hal pria dan wanita saling berhubungan satu sama lain. Ada lebih banyak hal yang dapat diucapkan selain yang dapat ditulis di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dalam Matius 5:28-29 Yesus berkata,”Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu perkataan ini Yesus mengecam segala bentuk pornografi dan seluruh kegiatan mengkomersialisasikan tubuh wanita dalam periklanan dan hiburan dengan cara yang paling mendesak (ancaman neraka). Dapatkah Anda bayangkan betapa besarnya murka di surga berkenaan dengan bisnis milyaran dolar yang melakukan apa yang jelas-jelas dilarang oleh Putera Allah – sebut saja, menggoda pria untuk memandang wanita dengan hasrat seksual – bukan sebagai pribadi, maaf, akan tetapi lebih sebagai objek kesenangan seksual belaka! Dan apa yang begitu jelas disampaikan dalam Matius 5:28f adalah bahwa Yesus Kristus bermaksud menyelamatkan kaum wanita dari gempuran atas hak kemanusiaan mereka ini. Para pria pengikut Yesus menjaga mata mereka untuk kebaikan para wanita dan untuk kemuliaan Allah. Dan para wanita pengikut Yesus menatap pada Yesus mengenai bagaimana menggunakan tubuh mereka, bukannya pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dalam Matius 7:12 Yesus berkata,”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Tentunya Anda tidak berpikir bahwa di sini Yesus mengecualikan hubungan antara pria dan wanita – seakan-akan pria dan wanita tidak perlu memperlakukan satu sama lain sesuai dengan aturan emas ini, ya kan? Tidak. Kita seharusnya memperlakukan satu sama lain dengan cara yang sama kita ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amatlah sulit untuk mengatakan sesuatu yang lebih radikal daripada ini. Hubungan-hubungan dikembangkan ketika dua orang manusia hidup dengan aturan emas ini. Alasannya ia begitu revolusioner adalah karena Anda dan saya secara alamiah memiliki hasrat yang begitu besar untuk diperlakukan baik oleh orang lain. Tak seorangpun dalam ruangan ini suka diolok-olok. Tak seorangpun di sini ingin diacuhkan dan diperlakukan seperti orang yang tak berguna. Tak seorangpun mau dieksploitasi dan dimanfaatkan. Ini berarti jika semua orang di ruangan ini hidup dengan aturan emas Yesus, maka tak seorangpun akan diolok-olok oleh orang-orang lain di sini. Tak seorangpun di sini akan diperlakukan seakan-akan ia tidak berguna oleh yang lain. Tak seorangpun di sini akan memanfaatkan yang lainnya. Ukuran cinta kita untuk kebahagiaan kita sendiri adalah ukuran seberapa antusiasnya kita mengejar kebahagiaan satu sama lain. Ini sepenuhnya revolusioner, terutama dalam pernikahan dan hubungan antara pria dan wanita secara umum. Dan itulah yang Yesus perintahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hal paling mengejutkan yang pernah dikatakan Yesus mengenai dosa khusus pria dan wanita adalah kata-kata dalam Matius 18:3,” Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Para pria yang bersikap seperti pembuat onar dan para wanita yang bertingkah layaknya wanita genit tak berdaya tidaklah seperti anak-anak. Mereka kekanak-kanakan. Kemiripan dengan anak-anak yang murni dan kerendahan hati, seperti semua yang diajarkan Yesus, adalah revolusioner bagi hubungan antara pria dan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagaimanakah hal ini terkait dengan kesimpulan kita minggu lalu – bahwa Allah memanggil pria untuk memegang tanggung jawab utama kepemimpinan dalam hubungannya dengan wanita? – bahwa pria bertanggung jawab lebih dulu kepada Allah dalam hal mengambil inisiatif melakukan apa yang dapat dilakukan untuk membuat segala hal berjalan sebagaimana mestinya dalam suatu hubungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah: Yesus menghapus kepemimpinan Kristen dalam segala hal yang membuatnya terlihat buruk dan membangunnya menjadi kepemimpinan Kristen yang membuatnya menjadi indah. Ia menghapusnya melalui merendahkan diri; dan Ia membangun ke dalamnya kenyataan tentang pelayanan. Ia berkata,”Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). Itulah akhir dari keangkuhan dan perendahan diri dalam kepemimpinan Kristen. Dan ia berkata,” Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26). Itulah kunci menuju kepemimpinan indah yang membangun yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, adalah salah bila dikatakan bahwa Yesus menentang konsep kepemimpinan karena Ia menaikkan konsep pelayanan. Kita tahu dari apa yang Ia katakan dan lakukan bahwa ini tidaklah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Ia katakan adalah demikian: ”Pemimpin hendaklah sebagai pelayan” (Lukas 22:26). Tetapi Ia tak pernah mengatakan,”Hendaklah pemimpin berhenti menjadi pemimpin.” Tidak pula Ia berkata,”Melayani membuat para pemimpin tak seberarti pemimpin.” Ia semata-mata berkata,”Ketika kepemimpinan merupakan hal yang tepat, hendaklah itu merupakan kepemimpinan pelayanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang dilakukan-Nya adalah mempersembahkan diri sendiri sebagai teladan atas apa yang Ia katakan: pada titik terendah-Nya dalam pelayanan, dengan menggunakan handuk Ia membasuh kaki murid-murid-Nya ibarat budak, dan tak seorangpun dalam ruangan itu yang meragukan siapakah yang jadi pemimpin. Dialah sosok yang akan mereka ikuti. Di kakinya – dan, bila mereka mengerti, they would be on theirs! Pelayanan tidaklah menihilkan atau membatalkan kepemimpinan; melainkan mengubah kepemimpinan. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, nampak lemah dan sepenuhnya tak berdaya, ia tengah memimpin sebuah kelompok besar menuju kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang Yesus lakukan bagi kita adalah: Ia menunjukkan pada kita dan mengajar kita bahwa jika seorang pria mengambil tanggung jawab kepemimpinan berdasarkan kitab Kejadian 2, ia tidak boleh menyalahgunakannya sebagai hak bagi dirinya sendiri; ia harus menerimanya sebagai sebuah tanggung jawab yang diberikan Allah. Bahasa kepemimpinan merupakan bahasa tanggung jawab bukan bahasa hak. Itu adalah tanggung jawab kepemimpinan pelayan, bukannya hak untuk dominasi keangkuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah tepatnya ke mana Paulus membawa kita dalam Efesus 5 ketika ia berbicara mengenai para suami yang mengasihi dan memimpin seperti Kristus. Dan ke sanalah kita akan beralih minggu depan.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 03:01:39 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Jesus,_Women,_and_Men/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Jesus, Women, and Men/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Jesus,_Women,_and_Men/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Yesus, Wanita, dan Pria}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Lukas 13:10-17'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: ”Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: ”Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawannya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus telah berbuat lebih daripada siapapun untuk menghantarkan kesucian dan harmoni di antara pria dan wanita. Saya ingin menggambarkan kebenaran ini dimulai dengan bacaan kita untuk kemudian juga menunjukkan hal yang sama dari bagian-bagian lain ajaran-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita tengah berada di rumah ibadat pada hari Sabat. Ia bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Ia berada dalam kondisi ini selama 18 tahun. Yesus juga sedang berada di rumah ibadat. Hari itu Ia-lah yang mengajar. Nah, apa yang terjadi sekarang di sini sungguh luar biasa. Yesus tidak bertanya padanya mengenai penyakitnya. Si wanita pun tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Ayat 12-13 hanya mengatakan,”Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: ’Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.’ Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang wanita tidak meminta apapun. Ia tak menjanjikan apa-apa. Ia tidak menghampiri Yesus. Ia tidak menekan tangan-Nya. Yesus bisa saja menyelesaikan ajaran-Nya dan pulang ke rumah dan tak seorangpun akan bahkan memikirkan wanita ini. Akan tetapi Ia berhenti. Ia memanggilnya. Ia mengambil inisiatif dan menaruh perhatian pada wanita ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi di sini Yesuslah yang lebih dulu bertindak. Ada sesuatu yang ingin dikatakan-Nya. Ia ingin menyampaikan sesuatu mengenai hari Sabat dan apa yang dimaksud dengan menjaganya tetap suci. Ada hal yang ingin dikatakannya mengenai kemunafikan para kepala rumah ibadat yang memberi minum lembunya di hari Sabat namun mengecam penyembuhan yang dilakukan Yesus. Dan Ia ingin menyampaikan sesuatu tentang wanita dan pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terakhir inilah yang menjadi perhatian kita sekarang. Ayat 16 merupakan ayat kunci mengenai hal ini: ”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Apabila satu-satunya hal yang ingin disampaikan Yesus sekedar mengenai berbuat baik di hari Sabat ataupun kemunafikan para kepala, Ia cukup berkata,”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu?” Bagaimanapun, bukan itu yang Ia katakan. Ia menyebutnya seorang keturunan Abraham.” ” Bukankah perempuan ini, . . . harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata tersebut,”keturunan Abraham” dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada para kepala rumah ibadat. Pesannya kira-kira berbunyi demikian: Alasan terpenting di atas segalanya mengapa Anda harus lebih peduli pada seseorang yang menderita dibandingkan pada seekor lembu haus, adalah kenyataan bahwa wanita ini adalah seorang rekan pewaris dari berkat yang dijanjikan kepada Abraham. Anda membanggakan diri dengan berkata,”Kita adalah anak-anak Abraham.” Nah, wanita itu juga adalah seorang anak Abraham. Anda bersembunyi dari peringatan Yohanes Pembaptis dengan berkata,”Kita memiliki Abraham sebagai bapa kita.” Nah, wanita itu juga memiliki Abraham sebagai bapanya.&lt;br /&gt;
Karenanya pesan dari Yesus bagi para kepala rumah ibadat merupakan pesan yang bukan hanya mengenai penjagaan hari Sabat mereka belaka, pun bukan sekedar tentang kemunafikan mereka, akan tetapi mengenai bagaiman pria dan wanita semestinya berhubungan satu sama lain sebagai rekan pewaris janji Tuhan. Ia berseru kepada para pria di dalam rumah ibadat, dan Ia berseru kepada para pria di gereja saat ini,”Para wanita percaya di tengah-tengah kamu adalah pewaris janji Tuhan. Mereka juga adalah orang yang lemah lembut yang akan memiliki bumi (Matius 5:5). Mereka pun adalah orang-orang benar yang akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” (Matius 13:43).&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Anda lihat apa artinya ini bagi kita, pria dan wanita di masa sekarang? Para suami  dan para isteri. Para saudara dan saudari. Para kekasih pria dan wanita. Kita semua sebagaimana kita berhubungan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Ini berarti kita harus belajar untuk melihat satu sama lain melalui lensa perkataan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita di rumah ibadat ini telah menderita bungkuk selama lebih dari 18 tahun. Bagaimanakah rasanya? Mengerikan. Begitulah rasanya. Orang-orang menatap. Mereka beranggapan Anda telah melakukan sejumlah dosa berat. Anak-anak menertawakan dan mencemooh. Anda tidak sanggup menatap mata seseorang. Orang-orang tidak tahu bagaimana untuk bercakap-cakap. Anda tidak dapat merasakan hubungan seksual yang normal dengan suamimu. Anda merasa seakan-akan Anda hanyalah sumber rasa malu bagi siapapun yang bersama dengan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apakah yang Anda lihat ketika melihat wanita ini? Bila Anda adalah suaminya apakah yang Anda lihat? Para suami (marilah kita langsung perbarui ini), apakah yang Anda lihat ketika Anda melihat isterimu? Jawaban untuk itu, tentu saja, bergantung dari kacamata apa yang Anda pergunakan. Apa yang Anda lihat akan teramat berbeda, tergantung dari apakah Anda melihatnya melalui kacamata majalah Playboy atau melalui kacamata Sabda Allah. Jika Anda melihat melalui kacamata Sabda Allah, Anda akan melihat seorang anak Abraham. Kalau kita belajar untuk memandang para wanita Kristen dengan cara yang sama seperti Yesus melihat wanita di rumah ibadat ini, kita akan mendapati mereka sebagai pewaris Raja Kemuliaan. Dan ini akan membawa efek yang begitu mendalam pada hubungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini berlaku dua arah. Para wanita bisa saja kecewa pada suami mereka sebagaimana para pria kecewa akan isteri mereka. Para wanita sama sejajarnya untuk berkata negatif mengenai suami mereka. Wanita sama sejajarnya untuk mencoba menjadikan suami mereka sesuai dengan semua hal yang mereka impikan. Dan karenanya perlu juga dikatakan bahwa wanita pun harus belajar untuk memandang pria melalui kacamata Sabda Allah. Ia adalah putera Abraham sebagai seorang yang percaya kepada Kristus. Suatu hari ia akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapanya. Dengan seluruh ketidaksempurnaan ia akan diubahkan dalam sekejap mata: semua dosa akan musnah selamanya; dan ia akan menerima tubuh seperti tubuh Kristus yang penuh kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa, dalam masa-masa mendatang kita akan terheran-heran tatkala kita menoleh ke belakang untuk mendapati betapa parahnya kemampuan kita untuk memperlakukan satu sama lain dalam perjalanan menuju kemuliaan. Kehormatan dan respek dan bahkan kekaguman  seharusnya kita tunjukkan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Betapa lebih bahagianya rumah kita bila diisi dengan ekspresi kehormatan ini! Dan rumah kita AKAN diisi dengan ekspresi-ekspresi ini hingga tahapan di mana kita belajar untuk melihat satu sama lain melalui kacamata Sabda Allah – sebagai putera-puteri Abraham; pewaris seluruh janji Tuhan; bersama-sama ditakdirkan atas kemuliaan yang tak terkatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah inilah hal yang Yesus lakukan untuk membantu kita kembali menjadi sebagaimana Allah menciptakan kita sebagai pria dan wanita yang mencerminkan citra Allah. Dan Ia melakukannya lagi dan lagi. Karena itu apa yang ingin saya lakukan dalam waktu yang tersisa adalah untuk memberikan lebih banyak gambaran mengenai bagaimana Yesus menolong kita untuk memulihkan kesucian dan harmoni dalam hal pria dan wanita saling berhubungan satu sama lain. Ada lebih banyak hal yang dapat diucapkan selain yang dapat ditulis di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dalam Matius 5:28-29 Yesus berkata,”Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu perkataan ini Yesus mengecam segala bentuk pornografi dan seluruh kegiatan mengkomersialisasikan tubuh wanita dalam periklanan dan hiburan dengan cara yang paling mendesak (ancaman neraka). Dapatkah Anda bayangkan betapa besarnya murka di surga berkenaan dengan bisnis milyaran dolar yang melakukan apa yang jelas-jelas dilarang oleh Putera Allah – sebut saja, menggoda pria untuk memandang wanita dengan hasrat seksual – bukan sebagai pribadi, maaf, akan tetapi lebih sebagai objek kesenangan seksual belaka! Dan apa yang begitu jelas disampaikan dalam Matius 5:28f adalah bahwa Yesus Kristus bermaksud menyelamatkan kaum wanita dari gempuran atas hak kemanusiaan mereka ini. Para pria pengikut Yesus menjaga mata mereka untuk kebaikan para wanita dan untuk kemuliaan Allah. Dan para wanita pengikut Yesus menatap pada Yesus mengenai bagaimana menggunakan tubuh mereka, bukannya pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dalam Matius 7:12 Yesus berkata,”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Tentunya Anda tidak berpikir bahwa di sini Yesus mengecualikan hubungan antara pria dan wanita – seakan-akan pria dan wanita tidak perlu memperlakukan satu sama lain sesuai dengan aturan emas ini, ya kan? Tidak. Kita seharusnya memperlakukan satu sama lain dengan cara yang sama kita ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amatlah sulit untuk mengatakan sesuatu yang lebih radikal daripada ini. Hubungan-hubungan dikembangkan ketika dua orang manusia hidup dengan aturan emas ini. Alasannya ia begitu revolusioner adalah karena Anda dan saya secara alamiah memiliki hasrat yang begitu besar untuk diperlakukan baik oleh orang lain. Tak seorangpun dalam ruangan ini suka diolok-olok. Tak seorangpun di sini ingin diacuhkan dan diperlakukan seperti orang yang tak berguna. Tak seorangpun mau dieksploitasi dan dimanfaatkan. Ini berarti jika semua orang di ruangan ini hidup dengan aturan emas Yesus, maka tak seorangpun akan diolok-olok oleh orang-orang lain di sini. Tak seorangpun di sini akan diperlakukan seakan-akan ia tidak berguna oleh yang lain. Tak seorangpun di sini akan memanfaatkan yang lainnya. Ukuran cinta kita untuk kebahagiaan kita sendiri adalah ukuran seberapa antusiasnya kita mengejar kebahagiaan satu sama lain. Ini sepenuhnya revolusioner, terutama dalam pernikahan dan hubungan antara pria dan wanita secara umum. Dan itulah yang Yesus perintahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hal paling mengejutkan yang pernah dikatakan Yesus mengenai dosa khusus pria dan wanita adalah kata-kata dalam Matius 18:3,” Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Para pria yang bersikap seperti pembuat onar dan para wanita yang bertingkah layaknya wanita genit tak berdaya tidaklah seperti anak-anak. Mereka kekanak-kanakan. Kemiripan dengan anak-anak yang murni dan kerendahan hati, seperti semua yang diajarkan Yesus, adalah revolusioner bagi hubungan antara pria dan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagaimanakah hal ini terkait dengan kesimpulan kita minggu lalu – bahwa Allah memanggil pria untuk memegang tanggung jawab utama kepemimpinan dalam hubungannya dengan wanita? – bahwa pria bertanggung jawab lebih dulu kepada Allah dalam hal mengambil inisiatif melakukan apa yang dapat dilakukan untuk membuat segala hal berjalan sebagaimana mestinya dalam suatu hubungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah: Yesus menghapus kepemimpinan Kristen dalam segala hal yang membuatnya terlihat buruk dan membangunnya menjadi kepemimpinan Kristen yang membuatnya menjadi indah. Ia menghapusnya melalui merendahkan diri; dan Ia membangun ke dalamnya kenyataan tentang pelayanan. Ia berkata,”Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). Itulah akhir dari keangkuhan dan perendahan diri dalam kepemimpinan Kristen. Dan ia berkata,” Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26). Itulah kunci menuju kepemimpinan indah yang membangun yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, adalah salah bila dikatakan bahwa Yesus menentang konsep kepemimpinan karena Ia menaikkan konsep pelayanan. Kita tahu dari apa yang Ia katakan dan lakukan bahwa ini tidaklah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Ia katakan adalah demikian: ”Pemimpin hendaklah sebagai pelayan” (Lukas 22:26). Tetapi Ia tak pernah mengatakan,”Hendaklah pemimpin berhenti menjadi pemimpin.” Tidak pula Ia berkata,”Melayani membuat para pemimpin tak seberarti pemimpin.” Ia semata-mata berkata,”Ketika kepemimpinan merupakan hal yang tepat, hendaklah itu merupakan kepemimpinan pelayanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang dilakukan-Nya adalah mempersembahkan diri sendiri sebagai teladan atas apa yang Ia katakan: pada titik terendah-Nya dalam pelayanan, dengan menggunakan handuk Ia membasuh kaki murid-murid-Nya ibarat budak, dan tak seorangpun dalam ruangan itu yang meragukan siapakah yang jadi pemimpin. Dialah sosok yang akan mereka ikuti. Di kakinya – dan, bila mereka mengerti, they would be on theirs! Pelayanan tidaklah menihilkan atau membatalkan kepemimpinan; melainkan mengubah kepemimpinan. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, nampak lemah dan sepenuhnya tak berdaya, ia tengah memimpin sebuah kelompok besar menuju kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang Yesus lakukan bagi kita adalah: Ia menunjukkan pada kita dan mengajar kita bahwa jika seorang pria mengambil tanggung jawab kepemimpinan berdasarkan kitab Kejadian 2, ia tidak boleh menyalahgunakannya sebagai hak bagi dirinya sendiri; ia harus menerimanya sebagai sebuah tanggung jawab yang diberikan Allah. Bahasa kepemimpinan merupakan bahasa tanggung jawab bukan bahasa hak. Itu adalah tanggung jawab kepemimpinan pelayan, bukannya hak untuk dominasi keangkuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah tepatnya ke mana Paulus membawa kita dalam Efesus 5 ketika ia berbicara mengenai para suami yang mengasihi dan memimpin seperti Kristus. Dan ke sanalah kita akan beralih minggu depan.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 02:55:36 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Jesus,_Women,_and_Men/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Jesus, Women, and Men/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Jesus,_Women,_and_Men/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Yesus, Wanita, dan Pria}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukas 13:10-17&lt;br /&gt;
Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: ”Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: ”Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawannya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.&lt;br /&gt;
Yesus telah berbuat lebih daripada siapapun untuk menghantarkan kesucian dan harmoni di antara pria dan wanita. Saya ingin menggambarkan kebenaran ini dimulai dengan bacaan kita untuk kemudian juga menunjukkan hal yang sama dari bagian-bagian lain ajaran-Nya. &lt;br /&gt;
Seorang wanita tengah berada di rumah ibadat pada hari Sabat. Ia bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Ia berada dalam kondisi ini selama 18 tahun. Yesus juga sedang berada di rumah ibadat. Hari itu Ia-lah yang mengajar. Nah, apa yang terjadi sekarang di sini sungguh luar biasa. Yesus tidak bertanya padanya mengenai penyakitnya. Si wanita pun tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Ayat 12-13 hanya mengatakan,”Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: ’Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.’ Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”&lt;br /&gt;
Sang wanita tidak meminta apapun. Ia tak menjanjikan apa-apa. Ia tidak menghampiri Yesus. Ia tidak menekan tangan-Nya. Yesus bisa saja menyelesaikan ajaran-Nya dan pulang ke rumah dan tak seorangpun akan bahkan memikirkan wanita ini. Akan tetapi Ia berhenti. Ia memanggilnya. Ia mengambil inisiatif dan menaruh perhatian pada wanita ini.&lt;br /&gt;
Jadi di sini Yesuslah yang lebih dulu bertindak. Ada sesuatu yang ingin dikatakan-Nya. Ia ingin menyampaikan sesuatu mengenai hari Sabat dan apa yang dimaksud dengan menjaganya tetap suci. Ada hal yang ingin dikatakannya mengenai kemunafikan para kepala rumah ibadat yang memberi minum lembunya di hari Sabat namun mengecam penyembuhan yang dilakukan Yesus. Dan Ia ingin menyampaikan sesuatu tentang wanita dan pria.&lt;br /&gt;
Hal terakhir inilah yang menjadi perhatian kita sekarang. Ayat 16 merupakan ayat kunci mengenai hal ini: ”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Apabila satu-satunya hal yang ingin disampaikan Yesus sekedar mengenai berbuat baik di hari Sabat ataupun kemunafikan para kepala, Ia cukup berkata,”Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu?” Bagaimanapun, bukan itu yang Ia katakan. Ia menyebutnya seorang keturunan Abraham.” ” Bukankah perempuan ini, . . . harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”&lt;br /&gt;
Kata-kata tersebut,”keturunan Abraham” dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada para kepala rumah ibadat. Pesannya kira-kira berbunyi demikian: Alasan terpenting di atas segalanya mengapa Anda harus lebih peduli pada seseorang yang menderita dibandingkan pada seekor lembu haus, adalah kenyataan bahwa wanita ini adalah seorang rekan pewaris dari berkat yang dijanjikan kepada Abraham. Anda membanggakan diri dengan berkata,”Kita adalah anak-anak Abraham.” Nah, wanita itu juga adalah seorang anak Abraham. Anda bersembunyi dari peringatan Yohanes Pembaptis dengan berkata,”Kita memiliki Abraham sebagai bapa kita.” Nah, wanita itu juga memiliki Abraham sebagai bapanya.&lt;br /&gt;
Karenanya pesan dari Yesus bagi para kepala rumah ibadat merupakan pesan yang bukan hanya mengenai penjagaan hari Sabat mereka belaka, pun bukan sekedar tentang kemunafikan mereka, akan tetapi mengenai bagaiman pria dan wanita semestinya berhubungan satu sama lain sebagai rekan pewaris janji Tuhan. Ia berseru kepada para pria di dalam rumah ibadat, dan Ia berseru kepada para pria di gereja saat ini,”Para wanita percaya di tengah-tengah kamu adalah pewaris janji Tuhan. Mereka juga adalah orang yang lemah lembut yang akan memiliki bumi (Matius 5:5). Mereka pun adalah orang-orang benar yang akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” (Matius 13:43).&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Anda lihat apa artinya ini bagi kita, pria dan wanita di masa sekarang? Para suami  dan para isteri. Para saudara dan saudari. Para kekasih pria dan wanita. Kita semua sebagaimana kita berhubungan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Ini berarti kita harus belajar untuk melihat satu sama lain melalui lensa perkataan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita di rumah ibadat ini telah menderita bungkuk selama lebih dari 18 tahun. Bagaimanakah rasanya? Mengerikan. Begitulah rasanya. Orang-orang menatap. Mereka beranggapan Anda telah melakukan sejumlah dosa berat. Anak-anak menertawakan dan mencemooh. Anda tidak sanggup menatap mata seseorang. Orang-orang tidak tahu bagaimana untuk bercakap-cakap. Anda tidak dapat merasakan hubungan seksual yang normal dengan suamimu. Anda merasa seakan-akan Anda hanyalah sumber rasa malu bagi siapapun yang bersama dengan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apakah yang Anda lihat ketika melihat wanita ini? Bila Anda adalah suaminya apakah yang Anda lihat? Para suami (marilah kita langsung perbarui ini), apakah yang Anda lihat ketika Anda melihat isterimu? Jawaban untuk itu, tentu saja, bergantung dari kacamata apa yang Anda pergunakan. Apa yang Anda lihat akan teramat berbeda, tergantung dari apakah Anda melihatnya melalui kacamata majalah Playboy atau melalui kacamata Sabda Allah. Jika Anda melihat melalui kacamata Sabda Allah, Anda akan melihat seorang anak Abraham. Kalau kita belajar untuk memandang para wanita Kristen dengan cara yang sama seperti Yesus melihat wanita di rumah ibadat ini, kita akan mendapati mereka sebagai pewaris Raja Kemuliaan. Dan ini akan membawa efek yang begitu mendalam pada hubungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini berlaku dua arah. Para wanita bisa saja kecewa pada suami mereka sebagaimana para pria kecewa akan isteri mereka. Para wanita sama sejajarnya untuk berkata negatif mengenai suami mereka. Wanita sama sejajarnya untuk mencoba menjadikan suami mereka sesuai dengan semua hal yang mereka impikan. Dan karenanya perlu juga dikatakan bahwa wanita pun harus belajar untuk memandang pria melalui kacamata Sabda Allah. Ia adalah putera Abraham sebagai seorang yang percaya kepada Kristus. Suatu hari ia akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapanya. Dengan seluruh ketidaksempurnaan ia akan diubahkan dalam sekejap mata: semua dosa akan musnah selamanya; dan ia akan menerima tubuh seperti tubuh Kristus yang penuh kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa, dalam masa-masa mendatang kita akan terheran-heran tatkala kita menoleh ke belakang untuk mendapati betapa parahnya kemampuan kita untuk memperlakukan satu sama lain dalam perjalanan menuju kemuliaan. Kehormatan dan respek dan bahkan kekaguman  seharusnya kita tunjukkan satu sama lain sebagai pria dan wanita. Betapa lebih bahagianya rumah kita bila diisi dengan ekspresi kehormatan ini! Dan rumah kita AKAN diisi dengan ekspresi-ekspresi ini hingga tahapan di mana kita belajar untuk melihat satu sama lain melalui kacamata Sabda Allah – sebagai putera-puteri Abraham; pewaris seluruh janji Tuhan; bersama-sama ditakdirkan atas kemuliaan yang tak terkatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah inilah hal yang Yesus lakukan untuk membantu kita kembali menjadi sebagaimana Allah menciptakan kita sebagai pria dan wanita yang mencerminkan citra Allah. Dan Ia melakukannya lagi dan lagi. Karena itu apa yang ingin saya lakukan dalam waktu yang tersisa adalah untuk memberikan lebih banyak gambaran mengenai bagaimana Yesus menolong kita untuk memulihkan kesucian dan harmoni dalam hal pria dan wanita saling berhubungan satu sama lain. Ada lebih banyak hal yang dapat diucapkan selain yang dapat ditulis di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dalam Matius 5:28-29 Yesus berkata,”Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu perkataan ini Yesus mengecam segala bentuk pornografi dan seluruh kegiatan mengkomersialisasikan tubuh wanita dalam periklanan dan hiburan dengan cara yang paling mendesak (ancaman neraka). Dapatkah Anda bayangkan betapa besarnya murka di surga berkenaan dengan bisnis milyaran dolar yang melakukan apa yang jelas-jelas dilarang oleh Putera Allah – sebut saja, menggoda pria untuk memandang wanita dengan hasrat seksual – bukan sebagai pribadi, maaf, akan tetapi lebih sebagai objek kesenangan seksual belaka! Dan apa yang begitu jelas disampaikan dalam Matius 5:28f adalah bahwa Yesus Kristus bermaksud menyelamatkan kaum wanita dari gempuran atas hak kemanusiaan mereka ini. Para pria pengikut Yesus menjaga mata mereka untuk kebaikan para wanita dan untuk kemuliaan Allah. Dan para wanita pengikut Yesus menatap pada Yesus mengenai bagaimana menggunakan tubuh mereka, bukannya pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dalam Matius 7:12 Yesus berkata,”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Tentunya Anda tidak berpikir bahwa di sini Yesus mengecualikan hubungan antara pria dan wanita – seakan-akan pria dan wanita tidak perlu memperlakukan satu sama lain sesuai dengan aturan emas ini, ya kan? Tidak. Kita seharusnya memperlakukan satu sama lain dengan cara yang sama kita ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amatlah sulit untuk mengatakan sesuatu yang lebih radikal daripada ini. Hubungan-hubungan dikembangkan ketika dua orang manusia hidup dengan aturan emas ini. Alasannya ia begitu revolusioner adalah karena Anda dan saya secara alamiah memiliki hasrat yang begitu besar untuk diperlakukan baik oleh orang lain. Tak seorangpun dalam ruangan ini suka diolok-olok. Tak seorangpun di sini ingin diacuhkan dan diperlakukan seperti orang yang tak berguna. Tak seorangpun mau dieksploitasi dan dimanfaatkan. Ini berarti jika semua orang di ruangan ini hidup dengan aturan emas Yesus, maka tak seorangpun akan diolok-olok oleh orang-orang lain di sini. Tak seorangpun di sini akan diperlakukan seakan-akan ia tidak berguna oleh yang lain. Tak seorangpun di sini akan memanfaatkan yang lainnya. Ukuran cinta kita untuk kebahagiaan kita sendiri adalah ukuran seberapa antusiasnya kita mengejar kebahagiaan satu sama lain. Ini sepenuhnya revolusioner, terutama dalam pernikahan dan hubungan antara pria dan wanita secara umum. Dan itulah yang Yesus perintahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hal paling mengejutkan yang pernah dikatakan Yesus mengenai dosa khusus pria dan wanita adalah kata-kata dalam Matius 18:3,” Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Para pria yang bersikap seperti pembuat onar dan para wanita yang bertingkah layaknya wanita genit tak berdaya tidaklah seperti anak-anak. Mereka kekanak-kanakan. Kemiripan dengan anak-anak yang murni dan kerendahan hati, seperti semua yang diajarkan Yesus, adalah revolusioner bagi hubungan antara pria dan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagaimanakah hal ini terkait dengan kesimpulan kita minggu lalu – bahwa Allah memanggil pria untuk memegang tanggung jawab utama kepemimpinan dalam hubungannya dengan wanita? – bahwa pria bertanggung jawab lebih dulu kepada Allah dalam hal mengambil inisiatif melakukan apa yang dapat dilakukan untuk membuat segala hal berjalan sebagaimana mestinya dalam suatu hubungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah: Yesus menghapus kepemimpinan Kristen dalam segala hal yang membuatnya terlihat buruk dan membangunnya menjadi kepemimpinan Kristen yang membuatnya menjadi indah. Ia menghapusnya melalui merendahkan diri; dan Ia membangun ke dalamnya kenyataan tentang pelayanan. Ia berkata,”Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). Itulah akhir dari keangkuhan dan perendahan diri dalam kepemimpinan Kristen. Dan ia berkata,” Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 20:26). Itulah kunci menuju kepemimpinan indah yang membangun yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, adalah salah bila dikatakan bahwa Yesus menentang konsep kepemimpinan karena Ia menaikkan konsep pelayanan. Kita tahu dari apa yang Ia katakan dan lakukan bahwa ini tidaklah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Ia katakan adalah demikian: ”Pemimpin hendaklah sebagai pelayan” (Lukas 22:26). Tetapi Ia tak pernah mengatakan,”Hendaklah pemimpin berhenti menjadi pemimpin.” Tidak pula Ia berkata,”Melayani membuat para pemimpin tak seberarti pemimpin.” Ia semata-mata berkata,”Ketika kepemimpinan merupakan hal yang tepat, hendaklah itu merupakan kepemimpinan pelayanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang dilakukan-Nya adalah mempersembahkan diri sendiri sebagai teladan atas apa yang Ia katakan: pada titik terendah-Nya dalam pelayanan, dengan menggunakan handuk Ia membasuh kaki murid-murid-Nya ibarat budak, dan tak seorangpun dalam ruangan itu yang meragukan siapakah yang jadi pemimpin. Dialah sosok yang akan mereka ikuti. Di kakinya – dan, bila mereka mengerti, they would be on theirs! Pelayanan tidaklah menihilkan atau membatalkan kepemimpinan; melainkan mengubah kepemimpinan. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, nampak lemah dan sepenuhnya tak berdaya, ia tengah memimpin sebuah kelompok besar menuju kemuliaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang Yesus lakukan bagi kita adalah: Ia menunjukkan pada kita dan mengajar kita bahwa jika seorang pria mengambil tanggung jawab kepemimpinan berdasarkan kitab Kejadian 2, ia tidak boleh menyalahgunakannya sebagai hak bagi dirinya sendiri; ia harus menerimanya sebagai sebuah tanggung jawab yang diberikan Allah. Bahasa kepemimpinan merupakan bahasa tanggung jawab bukan bahasa hak. Itu adalah tanggung jawab kepemimpinan pelayan, bukannya hak untuk dominasi keangkuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah tepatnya ke mana Paulus membawa kita dalam Efesus 5 ketika ia berbicara mengenai para suami yang mengasihi dan memimpin seperti Kristus. Dan ke sanalah kita akan beralih minggu depan.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 02:51:19 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Jesus,_Women,_and_Men/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Don't Waste Your Cancer/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Jangan Sia-Siakan Penyakit Kanker Anda}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Pesan Editor: Kawan kita, David Powlison dari Christian Counseling and Education Foundation, yang baru-baru ini juga didiagnosis menderita kanker prostat telah menambahkan beberapa pengembangan yang amat membantu pada 10 poin John Piper. Paragraf bertakuk dengan diawali ”DP:” ditulis oleh David Powlison.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menulis ini di malam sebelum operasi prostat dilakukan. Saya percaya akan kekuatan Allah untuk menyembuhkan – melalui mujizat dan obat-obatan. Saya percaya bahwa berdoa untuk kedua jenis penyembuhan ini adalah hal yang benar dan baik. Penyakit kanker tidaklah sia-sia kala ia disembuhkan oleh Allah. Ia ditinggikan dan itulah mengapa penyakit kanker ada. Karenanya, penyakit kanker Anda akan sia-sia bila Anda tidak berdoa bagi kesembuhan. Akan tetapi, kesembuhan bukanlah rencana Allah bagi setiap orang. Ada banyak cara lain menyia-nyiakan kanker Anda. Saya berdoa bagi diri sendiri dan Anda semoga kita tidak akan menyia-nyiakan rasa sakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Saya (David Powlison) menambahkan pencerminan ini pada pernyataan John Piper di pagi hari setelah menerima kabar bahwa saya didiagnosis menderita kanker prostat (3 Maret 2006). Kesepuluh poin utama dan paragraf pertama adalah pernyataannya, sedangkan paragraf kedua adalah pernyataan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda tidak percaya bahwa itu dirancang oleh Allah bagi Anda.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah tepat bila dikatakan bahwa Allah hanya menggunakan penyakit kanker kita namun tidak merancangnya. Apa yang diizinkan Allah, Ia mengizinkannya untuk suatu alasan. Dan alasan itu adalah rancangan-Nya. Bila Allah memperkirakan perkembangan molekul menjadi kanker, Ia dapat menghentikannya ataupun tidak. Jika Ia tidak menghentikannya, Ia memiliki tujuan. Adalah benar untuk menyebut tujuan ini sebagai sebuah rancangan karena Ia sungguh Mahabijaksana. Iblis adalah nyata dan mendatangkan banyak kesenangan maupun rasa sakit. Namun ia tidaklah abadi. Maka ketika ia menghantam Ayub dengan barah (Ayub 2:7), Ayub pada akhirnya menyerahkannya kepada Allah (2:10) dan sang penulis yang terinspirasi ini setuju: Mereka . . . menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan Tuhan kepadanya” (Ayub 42:11). Bila Anda tidak percaya bahwa penyakit kanker Anda dirancang bagimu untuk Allah, maka Anda akan menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Mengenali sentuhan rancangannya-Nya tidaklah membuat Anda menjadi seorang yang tabah atau tidak jujur ataupun bersukacita palsu. Sebaliknya, kenyataan akan rancangan Allah membawa dan menghubungkan pergumulan jujur Anda pada satu-satunya Penyelamat hidup Anda. Rancangan Allah mengundang pernyataan jujur, bukannya pengakuan kita dalam diam. Pertimbangkanlah kejujuran dalam Mazmur, Raja Hezekiah (Yesaya 38), dan Habakuk 3. Orang-orang ini bersikap jujur apa adanya dan percaya penuh, karena mereka tahu bahwa Allah adalah Allah dan menumpukan harapan mereka di dalam Dia. Mazmur 28 mengajarkan Anda tentang doa langsung yang penuh gairah kepada Allah. Ia pasti mendengar Anda. Ia akan mendengar Anda. Ia akan terus bekerja di dalam Anda dan situasi Anda. Ratapan ini datang dari perasaan bahwa Anda membutuhkan pertolongan (28:1-2). Lalu sebutkan masalah khusus Anda kepada Allah (28:3-5). Anda bebas untuk menyesuaikannya dengan masalah-masalah Anda sendiri. Seringkali melalui “berbagai cobaan” dalam hidup (Yakobus 1:2), apa yang Anda hadapi tidak persis menggambarkan hal-hal khusus yang dihadapi oleh Daud atau Yesus – akan tetapi kedinamisan iman selalu sama. Pancarkan kasihmu pada-Nya yang mengasihimu, lalu nyanyikan sukacitamu (28:6-7): damai yang dianugerahkan Tuhan yang jauh melampaui pengertian. Dan akhirnya, karena iman selalu bermuara menuju kasih, maka kebutuhan dan sukacita pribadi Anda akan berbuah pada perhatian penuh kasih pada sesama (28:8-9). Sakit dapat mempertajam kesadaran Anda mengenai betapa penuhnya Allah itu dan selalu bekerja dalam setiap rincian kehidupan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda percaya bahwa ia adalah sebuah kutukan dan bukanlah sebuah karunia.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13). “Tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.” (Bilangan 23:23). “Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan. Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Berkat datang dari apa yang dilakukan Allah untuk kita, bersama kita, dan melalui kita. Ia membawa pengorbanan besar dan penuh belas kasih ke atas panggung kutukan. Penyakit kanker Anda, dalam dirinya sendiri, merupakan salah satu dari 10.000 ’lembah kekelaman’ (Mazmur 23:4) yang menghampiri setiap orang dari kita: semua tekanan, kehilangan, rasa sakit, kekurangan, kekecewaan, kejahatan. Namun dalam anak-anak yang dikasihi-Nya, Bapa kita mengerjakan hal terindah melalui kehilangan kita yang paling mendukakan: terkadang penyembuhan dan pemulihan tubuh (secara sementara, hingga bangkitnya orang-orang mati menuju hidup kekal), selalu mendukung dan mengajarkan kita bahwa kita dapat mengenal dan mengasihi-Nya dengan lebih tulus. Dalam pencobaan iblis, iman Anda menjadi kuat dan nyata, dan kasihmu menjadi terarah dan arif: Yakobus 1:2-5, I Petrus 1:3-9, Roma 5:1-5, Roma 8:18-39.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda mencari kelegaan dari peluang Anda bukannya dari Allah.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rancangan Allah atas penyakit kanker Anda bukanlah untuk melatih Anda dalam perhitungan manusia akan kesempatan rasionalistis. Dunia ini beroleh kenyamanan dari perkiraan mereka. Tidak demikian dengan umat Kristen. Sebagian menghitung kereta perang mereka (persentase bertahan hidup) dan sebagian lagi menghitung kuda-kuda mereka (efek samping perawatan), tapi kita percaya dalam nama Allah Bapa kita (Mazmur 20:7). Dalam II Korintus 1:9 jelaslah sudah rancangan Allah,”Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Tujuan Allah akan penyakit kanker Anda (di antara ribuan hal baik lainnya) adalah untuk menghantam penopang dari dalam lubuk hati kita agar kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Allah sendirilah kelegaan Anda. Ia menyerahkan diri-Nya. Himne “Be Still My Soul” (oleh Katerina von Schlegel) menggambarkan kemungkinan tersebut dengan cara yang tepat: kita 100% pasti menderita, dan Kristus 100% pasti berjumpa kita, datang pada kita, melegakan kita, dan mengembalikan sukacita kasih termurni. Hymne “How Firm a Foundation” menggambarkan kemungkinan ini dengan cara yang sama: Anda 100% pasti melewati tekanan duka, dan Sang Penyelamat 100% pasti “bersamamu, memberkatimu dalam kesusahan, menyucikanmu dalam penderitaan terberat.” Bersama Allah, Anda tidak bermain persentase, akan tetapi hidup dalam kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menolak untuk berpikir tentang kematian.'''&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Kita semua akan mati bila Yesus menunda kedatangan-Nya kembali. Tidak berpikir mengenai akan seperti apa meninggalkan hidup ini dan berjumpa Allah adalah suatu kebodohan. Pengkhotbah 7:2 says, “Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Bagaimana Anda akan menanamkannya dalam hati bila Anda enggan berpikir tentangnya? Mazmur 90:12 berkata,” Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari-hari Anda maksudnya berpikir tentang betapa sedikitnya hari-hari dan bahwa hari-hari tersebut akan berakhir. Bagaimana Anda akan beroleh kebijakan hati bila Anda menolak untuk berpikir tentang hal ini? Sungguh suatu kesia-siaan bila kita tidak berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Paulus mendeskripsikan Roh Kudus adalah ’pembayaran di muka’ yang tak terlihat dan tersembunyi dalam kepastian kehidupan. Dengan iman, Allah memberikan perasaan indah berhadapan muka dengan kehidupan kekal dalam kehadiran Tuhan kita dan Kristus. Kita dapat pula mengatakan bahwa kanker merupakan ‘pembayaran di muka’ untuk kematian yang tak terhindarkan, yang memberikan rasa tak sedap akan kenyataan mengenai kematian kita. Kanker merupakan sebuah rambu yang mengacu pada sesuatu yang lebih besar: musuh terakhir yang mesti Anda hadapi. Tapi Kristus telah mengalahkan musuh terakhir ini: I Korintus 15. Kematian telah ditenggelamkan oleh kemenangan. Penyakit kanker hanyalah salah satu kelompok pengintai musuh yang tengah berpatroli. Ia tak memiliki kekuatan akhir bila Anda adalah anak kebangkitan, jadi Anda dapat menentangnya berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berpikir bahwa ”mengalahkan” kanker berarti bertahan hidup bukannya meninggikan Allah.'''&lt;br /&gt;
Rancangan iblis dan Allah atas penyakit kanker Anda tidaklah sama. Iblis berencana untuk menghancurkan cintamu pada Kristus. Allah merancang untuk memperdalam cintamu pada Kristus. Penyakit kanker tidak menang bila Anda meninggal. Ia menang bila Anda gagal meninggikan Kristus. Rancangan Allah adalah untuk memutuskan Anda dari sokongan duniawi dan memberi makan Anda dalam kecukupan Kristus. Ia dimaksudkan untuk menolong Anda untuk berkata dan merasakan,“Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” Dan untuk mengetahui bahwa karenanya, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 3:8; 1:21).&lt;br /&gt;
:'''DP''': Meninggikan Kristus menunjukkan dua kegiatan utama iman: kebutuhan mendesak dan sukacita penuh. Banyak pemazmur berseru dalam ”nada minor”: kita meninggikan Penyelamat kita dengan meminta-Nya untuk menyelamatkan kita dari masalah nyata, dosa nyata, penderitaan nyata, kesedihan nyata. Banyak pula pemazmur yang bersenandung dalam ’nada mayor’: kita meninggikan Penyelamat kita dengan bersukacita di dalam Dia, mengasihi Dia, bersyukur pada-Nya untuk semua berkat-Nya bagi kita, bersukacita karena pengorbanan-Nya adalah hal paling berarti di dunia dan bahwa Ia-lah yang memegang keputusan akhir. Dan banyak pemazmur memulai dengan satu nada serta diakhiri dengan nada lainnya. Meninggikan Kristus bukanlah monokromatis; Anda menjalani keseluruhan spektrum pengalaman manusia bersama-Nya. ’Mengalahkan’ kanker adalah hidup dengan menyadari bahwa Bapa kita memiliki perhatian pada anak yang dikasihi-Nya, karena Ia mengetahui apa adanya Anda, bahwa Anda hanyalah debu. Kristus Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Hidup adalah untuk mengenal-Nya, yang kita tahu pasti untuk dikasihi.&lt;br /&gt;
'''6.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dengan membaca mengenai kanker dan tidak cukup waktu untuk membaca mengenai Allah.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah salah untuk mengetahui hal-hal mengenai kanker. Ketidakpedulian bukanlah suatu kebaikan. Akan tetapi godaan untuk mengetahui lebih dan lebih banyak lagi serta kurangnya hasrat untuk mengenal Allah lebih dan lebih lagi merupakan gejala ketidakpercayaan. Kanker dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan realita Allah. Ia dimaksudkan untuk menanamkan perasaan dan kekuatan di balik perintah, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (Hosea 6:3). Ia dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan kebenaran Daniel 11:32,” Umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Ia dimaksudkan untuk menumbuhkan pohon ek yang tak tergoyahkan dan tak dapat dihancurkan dalam diri kita: “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2). Sungguh suatu penyia-nyiaan penyakit kanker bila siang dan malam kita membaca mengenai kanker dan tidak mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Apa yang berlaku bagi bacaanmu juga berlaku bagi percakapanmu dengan orang lain. Orang lain kerap kali mengungkapkan perhatian dan kepedulian mereka dengan bertanya tentang kesehatan Anda. Itu sesuatu yang baik, akan tetapi dengan mudah percakapan terhenti sampai di situ. Jadi beritahu mereka secara terbuka tentang sakit Anda, mintalah doa dan bimbingan mereka, namun kemudian ubahlah arah percakapan dengan memberitahu mereka tentang apa yang Allah lakukan untuk menopang Anda secara tulus melalui 10.000 belas kasih. Robert Murray McCheyne berkata dengan arif,”Untuk setiap satu orang yang melihat dosamu, alihkan sepuluh pandangan pada Kristus.” Ia mengecam kecenderungan kita untuk membalikkan perbandingan 10:1 itu dengan meratapi kegagalan kita dan melupakan Allah yang Mahakasih. Apa yang dikatakan McCheyne mengenai dosa-dosa kita dapat pula kita terapkan pada penderitaan kita. Untuk setiap satu kalimat yang Anda katakan pada orang lain mengenai penyakit kanker Anda, katakanlah sepuluh kalimat mengenai Allahmu, dan harapanmu, dan apa yang tengah diajarkan-Nya, dan berkat-berkat kecil setiap harinya. Untuk setiap jam yang Anda luangkan untuk mempelajari ataupun berdiskusi mengenai penyakit kanker Anda, luangkanlah 10 jam untuk mempelajari dan berdiskusi dan melayani Allahmu. Kaitkanlah semua yang Anda pelajari mengenai kanker kembali kepada-Nya dan tujuan-Nya, maka Anda tak akan menjadi terobsesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda membiarkannya menenggelamkan Anda dalam kesendirian dan bukannya memperdalam hubungan Anda dengan kasih nan nyata.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Epaphroditus membawa hadiah bagi Paulus yang dikirim oleh gereja Filipi, iapun sakit dan hampir meninggal. Paulus menyampaikan pada orang-orang Filipi,”Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.” (Filipi 2:26-27). Sungguh respon yang luar biasa! Tidaklah dikatakan bahwa mereka susah hati karena ia sakit, namun ia bersusah hati karena mereka mendengar bahwa ia sakit. Itulah jenis hati yang dimaksudkan Allah untuk dibentuk melalui kanker: kebaikan yang mendalam, hati yang penuh kasih kepada orang lain. Jangan sia-siakan penyakit kanker Anda dengan menarik diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Budaya kita adalah gentar menghadapi kematian. Ia diobsesikan dengan obat-obatan. Ia mengidolakan masa muda, kesehatan, dan energi. Ia berusaha menyembunyikan kelemahan ataupun ketidaksempurnaan. Anda akan membawa banyak berkat bagi orang lain dengan hidup terbuka dan percaya penuh, dan penuh kasih dalam kelemahanmu. Sebaliknya, melibatkan diri ke dalam suatu hubungan ketika Anda terluka dan lemah sesungguhnya akan memperkuat orang lain. ‘Satu sama lain’ adalah merupakan jalan dua arah pemberian yang murah hati dan penerimaan yang penuh syukur. Kebutuhan Anda memberikan kesempatan bagi yang lain untuk mengasihi. Dan karena kasih selalu merupakan tujuan Allah di dalam Anda, Anda pun akan mempelajari pelajaran-Nya yang terbaik dan terindah ketika Anda menemukan cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian pada sesama bahkan di kala Anda dalam keadaan paling lemah. Kelemahan besar yang mengancam kehidupan terbukti mampu membebaskan dengan luar biasa. Tak ada hal lain untuk dilakukan kecuali untuk dicintai oleh Allah dan sesama, dan untuk mencintai Allah dan sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berduka seperti mereka yang tak berpengharapan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menggunakan ungkapan ini dalam kaitannya dengan mereka yang telah kehilangan orang-orang terkasih: “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.” (I Tesalonika 4:13). Ada dukacita saat kematian. Bahkan bagi orang-orang percaya yang meninggal, ada rasa kehilangan sementara – kehilangan tubuh, dan kehilangan mereka yang dikasihi, juga kehilangan pelayanan di dunia. Namun duka itu berbeda – ia dipenuhi dengan harapan. “Dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.” (II Korintus 5:8). Jangan sia-siakan kanker Anda dengan meratap seperti mereka yang tidak memiliki harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Tunjukkanlah pada dunia cara berduka yang lain ini. Paulus berkata bahwa ia pasti merasakan “duka di atas duka” jika temannya Epaphroditus telah meninggal. Ia telah berduka, merasakan sakit yang dalam akan sakitnya sang sahabat. Ia akan berduka lebih dalam bila sahabatnya meninggal. Akan tetapi, duka yang penuh kasih, tulus, dan berorientasi pada Allah dibarengi dengan “selalu bersukacita” dan “damai Allah yang melampaui pengertian” dan “menunjukkan kepedulian yang tulus akan kebaikanmu.” Bagaimana mungkin rasa sakit hati dibarengi dengan kasih, sukacita, damai, dan kesadaran akan tujuan hidup yang tak terhancurkan? Dalam logika terdalam dari iman, ini amatlah masuk akal. Bahkan, karena Anda memiliki harapan, Anda dapat merasakan penderitaan hidup ini lebih berat: duka di atas duka. Sebaliknya, duka yang tanpa harapan seringkali memilih penyangkalan ataupun pelarian atau kesibukan sebab ia tak mampu menghadapi kenyataan tanpa menjadi tertekan. Dalam Kristus, Anda memahami hal apa yang menjadi ancaman, dan karenanya Anda merasakan sepenuhnya apa yang salah dengan dunia yang fana ini. Anda tidak menerima rasa sakit dan kematian selaku kebenaran. Anda mengasihi apa yang baik, dan membenci apa yang jahat. Bagaimanapun, Anda mengikuti citra “seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.” Namun Yesus memilih salib-Nya dengan sukarela “ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.” Ia hidup dan mati dalam pengharapan yang menjadi kenyataan. Rasa sakit-Nya tidak dibungkam oleh penyangkalan ataupun pengobatan, ataupun dinodai oleh keputusasaan, ketakutan, ataupun pergumulan demi secercah harapan yang mungkin mengubah keadaan-Nya. Janji terakhir Yesus meluap dengan kegembiraan akan harapan yang kokoh di tengah-tengah duka: ”Sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.” (dipilih dari Yohanes 15-17).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda memandang dosa sama seperti sebelumnya.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda memandang dosa semenarik sebelum Anda menderita kanker? Bila demikian berarti Anda menyia-nyiakan penyakit kanker Anda. Penyakit kanker dirancang untuk menghancurkan selera akan dosa. Kesombongan, keserakahan, hasrat, kebencian, enggan mengampuni, ketidaksabaran, kemalasan, penundaan – semuanya ini adalah musuh yang dimaksudkan untuk diserang oleh kanker. Jangan hanya berpikir tentang berjuang melawan kanker. Pikirkanlah pula berjuang bersama kanker. Semua hal tersebut adalah musuh-musuh terbesar dibandingkan dengan penyakit kanker. Jangan sia-siakan kekuatan kanker untuk menghancurkan musuh-musuh ini. Biarkanlah kehadiran kekekalan membuat dosa-dosa waktu sebagai hal yang sia-sia sebagaimana layaknya mereka. ”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Penderitaan sungguh ditujukan untuk memenangkan Anda dari dosa dan memperkuat iman Anda. Bila Anda tak ber-Tuhan, maka penderitaan memperbesar dosa. Akankah Anda menjadi semakin pahit, putus asa, ketagihan, ketakutan, kalut, menghindar, sentimental, dan tak bertuhan dalam menjalani hidup? Akankah Anda berpura-pura bahwa ini adalah urusan biasa?  Akankah Anda disadarkan pada kematian, menurut istilah Anda? Akan tetapi bila Anda milik Allah, maka penderitaan dalam tangan Kristus akan mengubahkan Anda, selalu perlahan-lahan, terkadang cepat. Anda disadarkan pada kehidupan dan  kematian menurut istilah-Nya. Ia akan melembutkan Anda, menyucikan Anda, membersihkan Anda dari kesombongan. Ia akan membuat Anda membutuhkan-Nya dan mengasihi Dia. Ia mengatur kembali prioritas Anda sehingga hal utama seringkali datang lebih dulu. Ia akan berjalan bersama Anda. Tentu saja Anda sesekali akan gagal, barangkali terperangkap oleh kegeraman atau kemuraman, pelarian atau ketakutan. Namun Ia akan selalu menopangmu ketika Anda terjatuh. Musuh di dalam diri Anda – kanker moral yang 10.000 kali lebih mematikan daripada kanker fisik Anda – akan mati seiring dengan pencarian berkesinambungan dan penemuan Anda akan Penyelamat Anda: ”Oleh karena nama-Mu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” (Mazmur 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda gagal mempergunakannya sebagai cara untuk bersaksi akan kebenaran dan kebesaran Kristus.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Kristen berada di suatu tempat bukan karena kebetulan semata. Ada alasan-alasannya mengapa kita berada di mana kita berada. Pertimbangkanlah apa yang Yesus katakan mengenai keadaan di luar rencana yang menyakitkan: “Kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” (Lukas 21:12-13). Demikian pula dengan penyakit kanker. Ini akan menjadi sebuah kesempatan untuk bersaksi. Kristus sungguh layak disembah. Inilah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Ia lebih berharga daripada hidup. Jangan sia-siakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Yesus adalah hidupmu. Di hadapan-Nyalah semuanya akan berlutut. Ia telah mengalahkan kematian selamanya. Ia akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai. Biarkanlah sinarmu bercahaya karena kau hidup di dalam-Nya, oleh-Nya, melalui-Nya, dan untuk-Nya. Salah satu himne lama gereja mengungkapkannya seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Kritus besertaku,&lt;br /&gt;
:Kristus di dalamku,&lt;br /&gt;
:Kristus di belakangku,&lt;br /&gt;
:Kristus di hadapanku,&lt;br /&gt;
:Kristus di sisiku,&lt;br /&gt;
:Kristus memenangkanku,&lt;br /&gt;
:Kristus melegakan dan memulihkanku,&lt;br /&gt;
:Kristus di bawahku,&lt;br /&gt;
:Kristus di atasku,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam diam,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam bahaya,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam hati semua yang mengasihi aku,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam mulut teman dan orang-orang asing&lt;br /&gt;
:(dari ”I bind unto myself the name”).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui penyakit kanker Anda, Anda akan membutuhkan saudara-saudari Anda untuk bersaksi tentang kebenaran dan kebesaran Kristus, untuk berjalan bersama Anda, untuk memelihara iman di samping Anda, untuk mencintai Anda. Dan Anda pun dapat berbuat hal yang sama bersama mereka dan orang-orang lainnya, menjadi hati yang mengasihi dengan kasih Kristus dan mulut yang dipenuhi pengharapan, baik bagi sahabat maupun orang-orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah bahwa Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Anda akan memperoleh pertolongan yang Anda butuhkan. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur John&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 02:45:47 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Don't Waste Your Cancer/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|Jangan Sia-Siakan Penyakit Kanker Anda}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Pesan Editor: Kawan kita, David Powlison dari Christian Counseling and Education Foundation, yang baru-baru ini juga didiagnosis menderita kanker prostat telah menambahkan beberapa pengembangan yang amat membantu pada 10 poin John Piper. Paragraf bertakuk dengan diawali ”DP:” ditulis oleh David Powlison.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menulis ini di malam sebelum operasi prostat dilakukan. Saya percaya akan kekuatan Allah untuk menyembuhkan – melalui mujizat dan obat-obatan. Saya percaya bahwa berdoa untuk kedua jenis penyembuhan ini ada hal yang benar dan baik. Penyakit kanker tidaklah sia-sia kala ia disembuhkan oleh Allah. Ia ditinggikan dan itulah mengapa penyakit kanker ada. Karenanya, penyakit kanker Anda akan sia-sia bila Anda tidak berdoa bagi kesembuhan. Akan tetapi, kesembuhan bukanlah rencana Allah bagi setiap orang. Ada banyak cara lain menyia-nyiakan kanker Anda. Saya berdoa bagi diri sendiri dan Anda semoga kita tidak akan menyia-nyiakan rasa sakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Saya (David Powlison) menambahkan pencerminan ini pada pernyataan John Piper di pagi hari setelah menerima kabar bahwa saya didiagnosis menderita kanker prostat (3 Maret 2006). Kesepuluh poin utama dan paragraf pertama adalah pernyataannya, sedangkan paragraf kedua adalah pernyataan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda tidak percaya bahwa itu dirancang oleh Allah bagi Anda.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah tepat bila dikatakan bahwa Allah hanya menggunakan penyakit kanker kita namun tidak merancangnya. Apa yang diizinkan Allah, Ia mengizinkannya untuk suatu alasan. Dan alasan itu adalah rancangan-Nya. Bila Allah memperkirakan perkembangan molekul menjadi kanker, Ia dapat menghentikannya ataupun tidak. Jika Ia tidak menghentikannya, Ia memiliki tujuan. Adalah benar untuk menyebut tujuan ini sebagai sebuah rancangan karena Ia sungguh Mahabijaksana. Iblis adalah nyata dan mendatangkan banyak kesenangan maupun rasa sakit. Namun ia tidaklah abadi. Maka ketika ia menghantam Ayub dengan barah (Ayub 2:7), Ayub pada akhirnya menyerahkannya kepada Allah (2:10) dan sang penulis yang terinspirasi ini setuju: Mereka . . . menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan Tuhan kepadanya” (Ayub 42:11). Bila Anda tidak percaya bahwa penyakit kanker Anda dirancang bagimu untuk Allah, maka Anda akan menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Mengenali sentuhan rancangannya-Nya tidaklah membuat Anda menjadi seorang yang tabah atau tidak jujur ataupun bersukacita palsu. Sebaliknya, kenyataan akan rancangan Allah membawa dan menghubungkan pergumulan jujur Anda pada satu-satunya Penyelamat hidup Anda. Rancangan Allah mengundang pernyataan jujur, bukannya pengakuan kita dalam diam. Pertimbangkanlah kejujuran dalam Mazmur, Raja Hezekiah (Yesaya 38), dan Habakuk 3. Orang-orang ini bersikap jujur apa adanya dan percaya penuh, karena mereka tahu bahwa Allah adalah Allah dan menumpukan harapan mereka di dalam Dia. Mazmur 28 mengajarkan Anda tentang doa langsung yang penuh gairah kepada Allah. Ia pasti mendengar Anda. Ia akan mendengar Anda. Ia akan terus bekerja di dalam Anda dan situasi Anda. Ratapan ini datang dari perasaan bahwa Anda membutuhkan pertolongan (28:1-2). Lalu sebutkan masalah khusus Anda kepada Allah (28:3-5). Anda bebas untuk menyesuaikannya dengan masalah-masalah Anda sendiri. Seringkali melalui “berbagai cobaan” dalam hidup (Yakobus 1:2), apa yang Anda hadapi tidak persis menggambarkan hal-hal khusus yang dihadapi oleh Daud atau Yesus – akan tetapi kedinamisan iman selalu sama. Pancarkan kasihmu pada-Nya yang mengasihimu, lalu nyanyikan sukacitamu (28:6-7): damai yang dianugerahkan Tuhan yang jauh melampaui pengertian. Dan akhirnya, karena iman selalu bermuara menuju kasih, maka kebutuhan dan sukacita pribadi Anda akan berbuah pada perhatian penuh kasih pada sesama (28:8-9). Sakit dapat mempertajam kesadaran Anda mengenai betapa penuhnya Allah itu dan selalu bekerja dalam setiap rincian kehidupan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda percaya bahwa ia adalah sebuah kutukan dan bukanlah sebuah karunia.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13). “Tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.” (Bilangan 23:23). “Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan. Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Berkat datang dari apa yang dilakukan Allah untuk kita, bersama kita, dan melalui kita. Ia membawa pengorbanan besar dan penuh belas kasih ke atas panggung kutukan. Penyakit kanker Anda, dalam dirinya sendiri, merupakan salah satu dari 10.000 ’lembah kekelaman’ (Mazmur 23:4) yang menghampiri setiap orang dari kita: semua tekanan, kehilangan, rasa sakit, kekurangan, kekecewaan, kejahatan. Namun dalam anak-anak yang dikasihi-Nya, Bapa kita mengerjakan hal terindah melalui kehilangan kita yang paling mendukakan: terkadang penyembuhan dan pemulihan tubuh (secara sementara, hingga bangkitnya orang-orang mati menuju hidup kekal), selalu mendukung dan mengajarkan kita bahwa kita dapat mengenal dan mengasihi-Nya dengan lebih tulus. Dalam pencobaan iblis, iman Anda menjadi kuat dan nyata, dan kasihmu menjadi terarah dan arif: Yakobus 1:2-5, I Petrus 1:3-9, Roma 5:1-5, Roma 8:18-39.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda mencari kelegaan dari peluang Anda bukannya dari Allah.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rancangan Allah atas penyakit kanker Anda bukanlah untuk melatih Anda dalam perhitungan manusia akan kesempatan rasionalistis. Dunia ini beroleh kenyamanan dari perkiraan mereka. Tidak demikian dengan umat Kristen. Sebagian menghitung kereta perang mereka (persentase bertahan hidup) dan sebagian lagi menghitung kuda-kuda mereka (efek samping perawatan), tapi kita percaya dalam nama Allah Bapa kita (Mazmur 20:7). Dalam II Korintus 1:9 jelaslah sudah rancangan Allah,”Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Tujuan Allah akan penyakit kanker Anda (di antara ribuan hal baik lainnya) adalah untuk menghantam penopang dari dalam lubuk hati kita agar kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Allah sendirilah kelegaan Anda. Ia menyerahkan diri-Nya. Himne “Be Still My Soul” (oleh Katerina von Schlegel) menggambarkan kemungkinan tersebut dengan cara yang tepat: kita 100% pasti menderita, dan Kristus 100% pasti berjumpa kita, datang pada kita, melegakan kita, dan mengembalikan sukacita kasih termurni. Hymne “How Firm a Foundation” menggambarkan kemungkinan ini dengan cara yang sama: Anda 100% pasti melewati tekanan duka, dan Sang Penyelamat 100% pasti “bersamamu, memberkatimu dalam kesusahan, menyucikanmu dalam penderitaan terberat.” Bersama Allah, Anda tidak bermain persentase, akan tetapi hidup dalam kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menolak untuk berpikir tentang kematian.'''&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Kita semua akan mati bila Yesus menunda kedatangan-Nya kembali. Tidak berpikir mengenai akan seperti apa meninggalkan hidup ini dan berjumpa Allah adalah suatu kebodohan. Pengkhotbah 7:2 says, “Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Bagaimana Anda akan menanamkannya dalam hati bila Anda enggan berpikir tentangnya? Mazmur 90:12 berkata,” Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari-hari Anda maksudnya berpikir tentang betapa sedikitnya hari-hari dan bahwa hari-hari tersebut akan berakhir. Bagaimana Anda akan beroleh kebijakan hati bila Anda menolak untuk berpikir tentang hal ini? Sungguh suatu kesia-siaan bila kita tidak berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Paulus mendeskripsikan Roh Kudus adalah ’pembayaran di muka’ yang tak terlihat dan tersembunyi dalam kepastian kehidupan. Dengan iman, Allah memberikan perasaan indah berhadapan muka dengan kehidupan kekal dalam kehadiran Tuhan kita dan Kristus. Kita dapat pula mengatakan bahwa kanker merupakan ‘pembayaran di muka’ untuk kematian yang tak terhindarkan, yang memberikan rasa tak sedap akan kenyataan mengenai kematian kita. Kanker merupakan sebuah rambu yang mengacu pada sesuatu yang lebih besar: musuh terakhir yang mesti Anda hadapi. Tapi Kristus telah mengalahkan musuh terakhir ini: I Korintus 15. Kematian telah ditenggelamkan oleh kemenangan. Penyakit kanker hanyalah salah satu kelompok pengintai musuh yang tengah berpatroli. Ia tak memiliki kekuatan akhir bila Anda adalah anak kebangkitan, jadi Anda dapat menentangnya berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berpikir bahwa ”mengalahkan” kanker berarti bertahan hidup bukannya meninggikan Allah.'''&lt;br /&gt;
Rancangan iblis dan Allah atas penyakit kanker Anda tidaklah sama. Iblis berencana untuk menghancurkan cintamu pada Kristus. Allah merancang untuk memperdalam cintamu pada Kristus. Penyakit kanker tidak menang bila Anda meninggal. Ia menang bila Anda gagal meninggikan Kristus. Rancangan Allah adalah untuk memutuskan Anda dari sokongan duniawi dan memberi makan Anda dalam kecukupan Kristus. Ia dimaksudkan untuk menolong Anda untuk berkata dan merasakan,“Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” Dan untuk mengetahui bahwa karenanya, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 3:8; 1:21).&lt;br /&gt;
:'''DP''': Meninggikan Kristus menunjukkan dua kegiatan utama iman: kebutuhan mendesak dan sukacita penuh. Banyak pemazmur berseru dalam ”nada minor”: kita meninggikan Penyelamat kita dengan meminta-Nya untuk menyelamatkan kita dari masalah nyata, dosa nyata, penderitaan nyata, kesedihan nyata. Banyak pula pemazmur yang bersenandung dalam ’nada mayor’: kita meninggikan Penyelamat kita dengan bersukacita di dalam Dia, mengasihi Dia, bersyukur pada-Nya untuk semua berkat-Nya bagi kita, bersukacita karena pengorbanan-Nya adalah hal paling berarti di dunia dan bahwa Ia-lah yang memegang keputusan akhir. Dan banyak pemazmur memulai dengan satu nada serta diakhiri dengan nada lainnya. Meninggikan Kristus bukanlah monokromatis; Anda menjalani keseluruhan spektrum pengalaman manusia bersama-Nya. ’Mengalahkan’ kanker adalah hidup dengan menyadari bahwa Bapa kita memiliki perhatian pada anak yang dikasihi-Nya, karena Ia mengetahui apa adanya Anda, bahwa Anda hanyalah debu. Kristus Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Hidup adalah untuk mengenal-Nya, yang kita tahu pasti untuk dikasihi.&lt;br /&gt;
'''6.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dengan membaca mengenai kanker dan tidak cukup waktu untuk membaca mengenai Allah.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah salah untuk mengetahui hal-hal mengenai kanker. Ketidakpedulian bukanlah suatu kebaikan. Akan tetapi godaan untuk mengetahui lebih dan lebih banyak lagi serta kurangnya hasrat untuk mengenal Allah lebih dan lebih lagi merupakan gejala ketidakpercayaan. Kanker dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan realita Allah. Ia dimaksudkan untuk menanamkan perasaan dan kekuatan di balik perintah, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (Hosea 6:3). Ia dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan kebenaran Daniel 11:32,” Umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Ia dimaksudkan untuk menumbuhkan pohon ek yang tak tergoyahkan dan tak dapat dihancurkan dalam diri kita: “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2). Sungguh suatu penyia-nyiaan penyakit kanker bila siang dan malam kita membaca mengenai kanker dan tidak mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Apa yang berlaku bagi bacaanmu juga berlaku bagi percakapanmu dengan orang lain. Orang lain kerap kali mengungkapkan perhatian dan kepedulian mereka dengan bertanya tentang kesehatan Anda. Itu sesuatu yang baik, akan tetapi dengan mudah percakapan terhenti sampai di situ. Jadi beritahu mereka secara terbuka tentang sakit Anda, mintalah doa dan bimbingan mereka, namun kemudian ubahlah arah percakapan dengan memberitahu mereka tentang apa yang Allah lakukan untuk menopang Anda secara tulus melalui 10.000 belas kasih. Robert Murray McCheyne berkata dengan arif,”Untuk setiap satu orang yang melihat dosamu, alihkan sepuluh pandangan pada Kristus.” Ia mengecam kecenderungan kita untuk membalikkan perbandingan 10:1 itu dengan meratapi kegagalan kita dan melupakan Allah yang Mahakasih. Apa yang dikatakan McCheyne mengenai dosa-dosa kita dapat pula kita terapkan pada penderitaan kita. Untuk setiap satu kalimat yang Anda katakan pada orang lain mengenai penyakit kanker Anda, katakanlah sepuluh kalimat mengenai Allahmu, dan harapanmu, dan apa yang tengah diajarkan-Nya, dan berkat-berkat kecil setiap harinya. Untuk setiap jam yang Anda luangkan untuk mempelajari ataupun berdiskusi mengenai penyakit kanker Anda, luangkanlah 10 jam untuk mempelajari dan berdiskusi dan melayani Allahmu. Kaitkanlah semua yang Anda pelajari mengenai kanker kembali kepada-Nya dan tujuan-Nya, maka Anda tak akan menjadi terobsesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda membiarkannya menenggelamkan Anda dalam kesendirian dan bukannya memperdalam hubungan Anda dengan kasih nan nyata.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Epaphroditus membawa hadiah bagi Paulus yang dikirim oleh gereja Filipi, iapun sakit dan hampir meninggal. Paulus menyampaikan pada orang-orang Filipi,”Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.” (Filipi 2:26-27). Sungguh respon yang luar biasa! Tidaklah dikatakan bahwa mereka susah hati karena ia sakit, namun ia bersusah hati karena mereka mendengar bahwa ia sakit. Itulah jenis hati yang dimaksudkan Allah untuk dibentuk melalui kanker: kebaikan yang mendalam, hati yang penuh kasih kepada orang lain. Jangan sia-siakan penyakit kanker Anda dengan menarik diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Budaya kita adalah gentar menghadapi kematian. Ia diobsesikan dengan obat-obatan. Ia mengidolakan masa muda, kesehatan, dan energi. Ia berusaha menyembunyikan kelemahan ataupun ketidaksempurnaan. Anda akan membawa banyak berkat bagi orang lain dengan hidup terbuka dan percaya penuh, dan penuh kasih dalam kelemahanmu. Sebaliknya, melibatkan diri ke dalam suatu hubungan ketika Anda terluka dan lemah sesungguhnya akan memperkuat orang lain. ‘Satu sama lain’ adalah merupakan jalan dua arah pemberian yang murah hati dan penerimaan yang penuh syukur. Kebutuhan Anda memberikan kesempatan bagi yang lain untuk mengasihi. Dan karena kasih selalu merupakan tujuan Allah di dalam Anda, Anda pun akan mempelajari pelajaran-Nya yang terbaik dan terindah ketika Anda menemukan cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian pada sesama bahkan di kala Anda dalam keadaan paling lemah. Kelemahan besar yang mengancam kehidupan terbukti mampu membebaskan dengan luar biasa. Tak ada hal lain untuk dilakukan kecuali untuk dicintai oleh Allah dan sesama, dan untuk mencintai Allah dan sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berduka seperti mereka yang tak berpengharapan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menggunakan ungkapan ini dalam kaitannya dengan mereka yang telah kehilangan orang-orang terkasih: “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.” (I Tesalonika 4:13). Ada dukacita saat kematian. Bahkan bagi orang-orang percaya yang meninggal, ada rasa kehilangan sementara – kehilangan tubuh, dan kehilangan mereka yang dikasihi, juga kehilangan pelayanan di dunia. Namun duka itu berbeda – ia dipenuhi dengan harapan. “Dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.” (II Korintus 5:8). Jangan sia-siakan kanker Anda dengan meratap seperti mereka yang tidak memiliki harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Tunjukkanlah pada dunia cara berduka yang lain ini. Paulus berkata bahwa ia pasti merasakan “duka di atas duka” jika temannya Epaphroditus telah meninggal. Ia telah berduka, merasakan sakit yang dalam akan sakitnya sang sahabat. Ia akan berduka lebih dalam bila sahabatnya meninggal. Akan tetapi, duka yang penuh kasih, tulus, dan berorientasi pada Allah dibarengi dengan “selalu bersukacita” dan “damai Allah yang melampaui pengertian” dan “menunjukkan kepedulian yang tulus akan kebaikanmu.” Bagaimana mungkin rasa sakit hati dibarengi dengan kasih, sukacita, damai, dan kesadaran akan tujuan hidup yang tak terhancurkan? Dalam logika terdalam dari iman, ini amatlah masuk akal. Bahkan, karena Anda memiliki harapan, Anda dapat merasakan penderitaan hidup ini lebih berat: duka di atas duka. Sebaliknya, duka yang tanpa harapan seringkali memilih penyangkalan ataupun pelarian atau kesibukan sebab ia tak mampu menghadapi kenyataan tanpa menjadi tertekan. Dalam Kristus, Anda memahami hal apa yang menjadi ancaman, dan karenanya Anda merasakan sepenuhnya apa yang salah dengan dunia yang fana ini. Anda tidak menerima rasa sakit dan kematian selaku kebenaran. Anda mengasihi apa yang baik, dan membenci apa yang jahat. Bagaimanapun, Anda mengikuti citra “seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.” Namun Yesus memilih salib-Nya dengan sukarela “ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.” Ia hidup dan mati dalam pengharapan yang menjadi kenyataan. Rasa sakit-Nya tidak dibungkam oleh penyangkalan ataupun pengobatan, ataupun dinodai oleh keputusasaan, ketakutan, ataupun pergumulan demi secercah harapan yang mungkin mengubah keadaan-Nya. Janji terakhir Yesus meluap dengan kegembiraan akan harapan yang kokoh di tengah-tengah duka: ”Sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.” (dipilih dari Yohanes 15-17).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda memandang dosa sama seperti sebelumnya.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda memandang dosa semenarik sebelum Anda menderita kanker? Bila demikian berarti Anda menyia-nyiakan penyakit kanker Anda. Penyakit kanker dirancang untuk menghancurkan selera akan dosa. Kesombongan, keserakahan, hasrat, kebencian, enggan mengampuni, ketidaksabaran, kemalasan, penundaan – semuanya ini adalah musuh yang dimaksudkan untuk diserang oleh kanker. Jangan hanya berpikir tentang berjuang melawan kanker. Pikirkanlah pula berjuang bersama kanker. Semua hal tersebut adalah musuh-musuh terbesar dibandingkan dengan penyakit kanker. Jangan sia-siakan kekuatan kanker untuk menghancurkan musuh-musuh ini. Biarkanlah kehadiran kekekalan membuat dosa-dosa waktu sebagai hal yang sia-sia sebagaimana layaknya mereka. ”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Penderitaan sungguh ditujukan untuk memenangkan Anda dari dosa dan memperkuat iman Anda. Bila Anda tak ber-Tuhan, maka penderitaan memperbesar dosa. Akankah Anda menjadi semakin pahit, putus asa, ketagihan, ketakutan, kalut, menghindar, sentimental, dan tak bertuhan dalam menjalani hidup? Akankah Anda berpura-pura bahwa ini adalah urusan biasa?  Akankah Anda disadarkan pada kematian, menurut istilah Anda? Akan tetapi bila Anda milik Allah, maka penderitaan dalam tangan Kristus akan mengubahkan Anda, selalu perlahan-lahan, terkadang cepat. Anda disadarkan pada kehidupan dan  kematian menurut istilah-Nya. Ia akan melembutkan Anda, menyucikan Anda, membersihkan Anda dari kesombongan. Ia akan membuat Anda membutuhkan-Nya dan mengasihi Dia. Ia mengatur kembali prioritas Anda sehingga hal utama seringkali datang lebih dulu. Ia akan berjalan bersama Anda. Tentu saja Anda sesekali akan gagal, barangkali terperangkap oleh kegeraman atau kemuraman, pelarian atau ketakutan. Namun Ia akan selalu menopangmu ketika Anda terjatuh. Musuh di dalam diri Anda – kanker moral yang 10.000 kali lebih mematikan daripada kanker fisik Anda – akan mati seiring dengan pencarian berkesinambungan dan penemuan Anda akan Penyelamat Anda: ”Oleh karena nama-Mu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” (Mazmur 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda gagal mempergunakannya sebagai cara untuk bersaksi akan kebenaran dan kebesaran Kristus.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Kristen berada di suatu tempat bukan karena kebetulan semata. Ada alasan-alasannya mengapa kita berada di mana kita berada. Pertimbangkanlah apa yang Yesus katakan mengenai keadaan di luar rencana yang menyakitkan: “Kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” (Lukas 21:12-13). Demikian pula dengan penyakit kanker. Ini akan menjadi sebuah kesempatan untuk bersaksi. Kristus sungguh layak disembah. Inilah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Ia lebih berharga daripada hidup. Jangan sia-siakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Yesus adalah hidupmu. Di hadapan-Nyalah semuanya akan berlutut. Ia telah mengalahkan kematian selamanya. Ia akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai. Biarkanlah sinarmu bercahaya karena kau hidup di dalam-Nya, oleh-Nya, melalui-Nya, dan untuk-Nya. Salah satu himne lama gereja mengungkapkannya seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Kritus besertaku,&lt;br /&gt;
:Kristus di dalamku,&lt;br /&gt;
:Kristus di belakangku,&lt;br /&gt;
:Kristus di hadapanku,&lt;br /&gt;
:Kristus di sisiku,&lt;br /&gt;
:Kristus memenangkanku,&lt;br /&gt;
:Kristus melegakan dan memulihkanku,&lt;br /&gt;
:Kristus di bawahku,&lt;br /&gt;
:Kristus di atasku,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam diam,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam bahaya,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam hati semua yang mengasihi aku,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam mulut teman dan orang-orang asing&lt;br /&gt;
:(dari ”I bind unto myself the name”).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui penyakit kanker Anda, Anda akan membutuhkan saudara-saudari Anda untuk bersaksi tentang kebenaran dan kebesaran Kristus, untuk berjalan bersama Anda, untuk memelihara iman di samping Anda, untuk mencintai Anda. Dan Anda pun dapat berbuat hal yang sama bersama mereka dan orang-orang lainnya, menjadi hati yang mengasihi dengan kasih Kristus dan mulut yang dipenuhi pengharapan, baik bagi sahabat maupun orang-orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah bahwa Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Anda akan memperoleh pertolongan yang Anda butuhkan. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur John&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 16 May 2009 03:37:04 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Don't Waste Your Cancer/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|Jangan Sia-Siakan Penyakit Kanker Anda}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Pesan Editor: Kawan kita, David Powlison dari Christian Counseling and Education Foundation, yang baru-baru ini juga didiagnosis menderita kanker prostat telah menambahkan beberapa pengembangan yang amat membantu pada 10 poin John Piper. Paragraf bertakuk dengan diawali ”DP:” ditulis oleh David Powlison.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menulis ini di malam sebelum operasi prostat dilakukan. Saya percaya akan kekuatan Allah untuk menyembuhkan – melalui mujizat dan obat-obatan. Saya percaya bahwa berdoa untuk kedua jenis penyembuhan ini ada hal yang benar dan baik. Penyakit kanker tidaklah sia-sia kala ia disembuhkan oleh Allah. Ia ditinggikan dan itulah mengapa penyakit kanker ada. Karenanya, penyakit kanker Anda akan sia-sia bila Anda tidak berdoa bagi kesembuhan. Akan tetapi, kesembuhan bukanlah rencana Allah bagi setiap orang. Ada banyak cara lain menyia-nyiakan kanker Anda. Saya berdoa bagi diri sendiri dan Anda semoga kita tidak akan menyia-nyiakan rasa sakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Saya (David Powlison) menambahkan pencerminan ini pada pernyataan John Piper di pagi hari setelah menerima kabar bahwa saya didiagnosis menderita kanker prostat (3 Maret 2006). Kesepuluh poin utama dan paragraf pertama adalah pernyataannya, sedangkan paragraf kedua adalah pernyataan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda tidak percaya bahwa itu dirancang oleh Allah bagi Anda.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah tepat bila dikatakan bahwa Allah hanya menggunakan penyakit kanker kita namun tidak merancangnya. Apa yang diizinkan Allah, Ia mengizinkannya untuk suatu alasan. Dan alasan itu adalah rancangan-Nya. Bila Allah memperkirakan perkembangan molekul menjadi kanker, Ia dapat menghentikannya ataupun tidak. Jika Ia tidak menghentikannya, Ia memiliki tujuan. Adalah benar untuk menyebut tujuan ini sebagai sebuah rancangan karena Ia sungguh Mahabijaksana. Iblis adalah nyata dan mendatangkan banyak kesenangan maupun rasa sakit. Namun ia tidaklah abadi. Maka ketika ia menghantam Ayub dengan barah (Ayub 2:7), Ayub pada akhirnya menyerahkannya kepada Allah (2:10) dan sang penulis yang terinspirasi ini setuju: Mereka . . . menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan Tuhan kepadanya” (Ayub 42:11). Bila Anda tidak percaya bahwa penyakit kanker Anda dirancang bagimu untuk Allah, maka Anda akan menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Mengenali sentuhan rancangannya-Nya tidaklah membuat Anda menjadi seorang yang tabah atau tidak jujur ataupun bersukacita palsu. Sebaliknya, kenyataan akan rancangan Allah membawa dan menghubungkan pergumulan jujur Anda pada satu-satunya Penyelamat hidup Anda. Rancangan Allah mengundang pernyataan jujur, bukannya pengakuan kita dalam diam. Pertimbangkanlah kejujuran dalam Mazmur, Raja Hezekiah (Yesaya 38), dan Habakuk 3. Orang-orang ini bersikap jujur apa adanya dan percaya penuh, karena mereka tahu bahwa Allah adalah Allah dan menumpukan harapan mereka di dalam Dia. Mazmur 28 mengajarkan Anda tentang doa langsung yang penuh gairah kepada Allah. Ia pasti mendengar Anda. Ia akan mendengar Anda. Ia akan terus bekerja di dalam Anda dan situasi Anda. Ratapan ini datang dari perasaan bahwa Anda membutuhkan pertolongan (28:1-2). Lalu sebutkan masalah khusus Anda kepada Allah (28:3-5). Anda bebas untuk menyesuaikannya dengan masalah-masalah Anda sendiri. Seringkali melalui “berbagai cobaan” dalam hidup (Yakobus 1:2), apa yang Anda hadapi tidak persis menggambarkan hal-hal khusus yang dihadapi oleh Daud atau Yesus – akan tetapi kedinamisan iman selalu sama. Pancarkan kasihmu pada-Nya yang mengasihimu, lalu nyanyikan sukacitamu (28:6-7): damai yang dianugerahkan Tuhan yang jauh melampaui pengertian. Dan akhirnya, karena iman selalu bermuara menuju kasih, maka kebutuhan dan sukacita pribadi Anda akan berbuah pada perhatian penuh kasih pada sesama (28:8-9). Sakit dapat mempertajam kesadaran Anda mengenai betapa penuhnya Allah itu dan selalu bekerja dalam setiap rincian kehidupan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda percaya bahwa ia adalah sebuah kutukan dan bukanlah sebuah karunia.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13). “Tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.” (Bilangan 23:23). “Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan. Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Berkat datang dari apa yang dilakukan Allah untuk kita, bersama kita, dan melalui kita. Ia membawa pengorbanan besar dan penuh belas kasih ke atas panggung kutukan. Penyakit kanker Anda, dalam dirinya sendiri, merupakan salah satu dari 10.000 ’lembah kekelaman’ (Mazmur 23:4) yang menghampiri setiap orang dari kita: semua tekanan, kehilangan, rasa sakit, kekurangan, kekecewaan, kejahatan. Namun dalam anak-anak yang dikasihi-Nya, Bapa kita mengerjakan hal terindah melalui kehilangan kita yang paling mendukakan: terkadang penyembuhan dan pemulihan tubuh (secara sementara, hingga bangkitnya orang-orang mati menuju hidup kekal), selalu mendukung dan mengajarkan kita bahwa kita dapat mengenal dan mengasihi-Nya dengan lebih tulus. Dalam pencobaan iblis, iman Anda menjadi kuat dan nyata, dan kasihmu menjadi terarah dan arif: Yakobus 1:2-5, I Petrus 1:3-9, Roma 5:1-5, Roma 8:18-39.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda mencari kelegaan dari peluang Anda bukannya dari Allah.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rancangan Allah atas penyakit kanker Anda bukanlah untuk melatih Anda dalam perhitungan manusia akan kesempatan rasionalistis. Dunia ini beroleh kenyamanan dari perkiraan mereka. Tidak demikian dengan umat Kristen. Sebagian menghitung kereta perang mereka (persentase bertahan hidup) dan sebagian lagi menghitung kuda-kuda mereka (efek samping perawatan), tapi kita percaya dalam nama Allah Bapa kita (Mazmur 20:7). Dalam II Korintus 1:9 jelaslah sudah rancangan Allah,”Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Tujuan Allah akan penyakit kanker Anda (di antara ribuan hal baik lainnya) adalah untuk menghantam penopang dari dalam lubuk hati kita agar kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Allah sendirilah kelegaan Anda. Ia menyerahkan diri-Nya. Himne “Be Still My Soul” (oleh Katerina von Schlegel) menggambarkan kemungkinan tersebut dengan cara yang tepat: kita 100% pasti menderita, dan Kristus 100% pasti berjumpa kita, datang pada kita, melegakan kita, dan mengembalikan sukacita kasih termurni. Hymne “How Firm a Foundation” menggambarkan kemungkinan ini dengan cara yang sama: Anda 100% pasti melewati tekanan duka, dan Sang Penyelamat 100% pasti “bersamamu, memberkatimu dalam kesusahan, menyucikanmu dalam penderitaan terberat.” Bersama Allah, Anda tidak bermain persentase, akan tetapi hidup dalam kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menolak untuk berpikir tentang kematian.'''&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Kita semua akan mati bila Yesus menunda kedatangan-Nya kembali. Tidak berpikir mengenai akan seperti apa meninggalkan hidup ini dan berjumpa Allah adalah suatu kebodohan. Pengkhotbah 7:2 says, “Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Bagaimana Anda akan menanamkannya dalam hati bila Anda enggan berpikir tentangnya? Mazmur 90:12 berkata,” Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari-hari Anda maksudnya berpikir tentang betapa sedikitnya hari-hari dan bahwa hari-hari tersebut akan berakhir. Bagaimana Anda akan beroleh kebijakan hati bila Anda menolak untuk berpikir tentang hal ini? Sungguh suatu kesia-siaan bila kita tidak berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Paulus mendeskripsikan Roh Kudus adalah ’pembayaran di muka’ yang tak terlihat dan tersembunyi dalam kepastian kehidupan. Dengan iman, Allah memberikan perasaan indah berhadapan muka dengan kehidupan kekal dalam kehadiran Tuhan kita dan Kristus. Kita dapat pula mengatakan bahwa kanker merupakan ‘pembayaran di muka’ untuk kematian yang tak terhindarkan, yang memberikan rasa tak sedap akan kenyataan mengenai kematian kita. Kanker merupakan sebuah rambu yang mengacu pada sesuatu yang lebih besar: musuh terakhir yang mesti Anda hadapi. Tapi Kristus telah mengalahkan musuh terakhir ini: I Korintus 15. Kematian telah ditenggelamkan oleh kemenangan. Penyakit kanker hanyalah salah satu kelompok pengintai musuh yang tengah berpatroli. Ia tak memiliki kekuatan akhir bila Anda adalah anak kebangkitan, jadi Anda dapat menentangnya berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berpikir bahwa ”mengalahkan” kanker berarti bertahan hidup bukannya meninggikan Allah.'''&lt;br /&gt;
Rancangan iblis dan Allah atas penyakit kanker Anda tidaklah sama. Iblis berencana untuk menghancurkan cintamu pada Kristus. Allah merancang untuk memperdalam cintamu pada Kristus. Penyakit kanker tidak menang bila Anda meninggal. Ia menang bila Anda gagal meninggikan Kristus. Rancangan Allah adalah untuk memutuskan Anda dari sokongan duniawi dan memberi makan Anda dalam kecukupan Kristus. Ia dimaksudkan untuk menolong Anda untuk berkata dan merasakan,“Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” Dan untuk mengetahui bahwa karenanya, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 3:8; 1:21).&lt;br /&gt;
:'''DP''': Meninggikan Kristus menunjukkan dua kegiatan utama iman: kebutuhan mendesak dan sukacita penuh. Banyak pemazmur berseru dalam ”nada minor”: kita meninggikan Penyelamat kita dengan meminta-Nya untuk menyelamatkan kita dari masalah nyata, dosa nyata, penderitaan nyata, kesedihan nyata. Banyak pula pemazmur yang bersenandung dalam ’nada mayor’: kita meninggikan Penyelamat kita dengan bersukacita di dalam Dia, mengasihi Dia, bersyukur pada-Nya untuk semua berkat-Nya bagi kita, bersukacita karena pengorbanan-Nya adalah hal paling berarti di dunia dan bahwa Ia-lah yang memegang keputusan akhir. Dan banyak pemazmur memulai dengan satu nada serta diakhiri dengan nada lainnya. Meninggikan Kristus bukanlah monokromatis; Anda menjalani keseluruhan spektrum pengalaman manusia bersama-Nya. ’Mengalahkan’ kanker adalah hidup dengan menyadari bahwa Bapa kita memiliki perhatian pada anak yang dikasihi-Nya, karena Ia mengetahui apa adanya Anda, bahwa Anda hanyalah debu. Kristus Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Hidup adalah untuk mengenal-Nya, yang kita tahu pasti untuk dikasihi.&lt;br /&gt;
'''6.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dengan membaca mengenai kanker dan tidak cukup waktu untuk membaca mengenai Allah.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah salah untuk mengetahui hal-hal mengenai kanker. Ketidakpedulian bukanlah suatu kebaikan. Akan tetapi godaan untuk mengetahui lebih dan lebih banyak lagi serta kurangnya hasrat untuk mengenal Allah lebih dan lebih lagi merupakan gejala ketidakpercayaan. Kanker dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan realita Allah. Ia dimaksudkan untuk menanamkan perasaan dan kekuatan di balik perintah, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (Hosea 6:3). Ia dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan kebenaran Daniel 11:32,” Umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Ia dimaksudkan untuk menumbuhkan pohon ek yang tak tergoyahkan dan tak dapat dihancurkan dalam diri kita: “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2). Sungguh suatu penyia-nyiaan penyakit kanker bila siang dan malam kita membaca mengenai kanker dan tidak mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Apa yang berlaku bagi bacaanmu juga berlaku bagi percakapanmu dengan orang lain. Orang lain kerap kali mengungkapkan perhatian dan kepedulian mereka dengan bertanya tentang kesehatan Anda. Itu sesuatu yang baik, akan tetapi dengan mudah percakapan terhenti sampai di situ. Jadi beritahu mereka secara terbuka tentang sakit Anda, mintalah doa dan bimbingan mereka, namun kemudian ubahlah arah percakapan dengan memberitahu mereka tentang apa yang Allah lakukan untuk menopang Anda secara tulus melalui 10.000 belas kasih. Robert Murray McCheyne berkata dengan arif,”Untuk setiap satu orang yang melihat dosamu, alihkan sepuluh pandangan pada Kristus.” Ia mengecam kecenderungan kita untuk membalikkan perbandingan 10:1 itu dengan meratapi kegagalan kita dan melupakan Allah yang Mahakasih. Apa yang dikatakan McCheyne mengenai dosa-dosa kita dapat pula kita terapkan pada penderitaan kita. Untuk setiap satu kalimat yang Anda katakan pada orang lain mengenai penyakit kanker Anda, katakanlah sepuluh kalimat mengenai Allahmu, dan harapanmu, dan apa yang tengah diajarkan-Nya, dan berkat-berkat kecil setiap harinya. Untuk setiap jam yang Anda luangkan untuk mempelajari ataupun berdiskusi mengenai penyakit kanker Anda, luangkanlah 10 jam untuk mempelajari dan berdiskusi dan melayani Allahmu. Kaitkanlah semua yang Anda pelajari mengenai kanker kembali kepada-Nya dan tujuan-Nya, maka Anda tak akan menjadi terobsesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda membiarkannya menenggelamkan Anda dalam kesendirian dan bukannya memperdalam hubungan Anda dengan kasih nan nyata.''''''Bold text'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Epaphroditus membawa hadiah bagi Paulus yang dikirim oleh gereja Filipi, iapun sakit dan hampir meninggal. Paulus menyampaikan pada orang-orang Filipi,”Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.” (Filipi 2:26-27). Sungguh respon yang luar biasa! Tidaklah dikatakan bahwa mereka susah hati karena ia sakit, namun ia bersusah hati karena mereka mendengar bahwa ia sakit. Itulah jenis hati yang dimaksudkan Allah untuk dibentuk melalui kanker: kebaikan yang mendalam, hati yang penuh kasih kepada orang lain. Jangan sia-siakan penyakit kanker Anda dengan menarik diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Budaya kita adalah gentar menghadapi kematian. Ia diobsesikan dengan obat-obatan. Ia mengidolakan masa muda, kesehatan, dan energi. Ia berusaha menyembunyikan kelemahan ataupun ketidaksempurnaan. Anda akan membawa banyak berkat bagi orang lain dengan hidup terbuka dan percaya penuh, dan penuh kasih dalam kelemahanmu. Sebaliknya, melibatkan diri ke dalam suatu hubungan ketika Anda terluka dan lemah sesungguhnya akan memperkuat orang lain. ‘Satu sama lain’ adalah merupakan jalan dua arah pemberian yang murah hati dan penerimaan yang penuh syukur. Kebutuhan Anda memberikan kesempatan bagi yang lain untuk mengasihi. Dan karena kasih selalu merupakan tujuan Allah di dalam Anda, Anda pun akan mempelajari pelajaran-Nya yang terbaik dan terindah ketika Anda menemukan cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian pada sesama bahkan di kala Anda dalam keadaan paling lemah. Kelemahan besar yang mengancam kehidupan terbukti mampu membebaskan dengan luar biasa. Tak ada hal lain untuk dilakukan kecuali untuk dicintai oleh Allah dan sesama, dan untuk mencintai Allah dan sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berduka seperti mereka yang tak berpengharapan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menggunakan ungkapan ini dalam kaitannya dengan mereka yang telah kehilangan orang-orang terkasih: “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.” (I Tesalonika 4:13). Ada dukacita saat kematian. Bahkan bagi orang-orang percaya yang meninggal, ada rasa kehilangan sementara – kehilangan tubuh, dan kehilangan mereka yang dikasihi, juga kehilangan pelayanan di dunia. Namun duka itu berbeda – ia dipenuhi dengan harapan. “Dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.” (II Korintus 5:8). Jangan sia-siakan kanker Anda dengan meratap seperti mereka yang tidak memiliki harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Tunjukkanlah pada dunia cara berduka yang lain ini. Paulus berkata bahwa ia pasti merasakan “duka di atas duka” jika temannya Epaphroditus telah meninggal. Ia telah berduka, merasakan sakit yang dalam akan sakitnya sang sahabat. Ia akan berduka lebih dalam bila sahabatnya meninggal. Akan tetapi, duka yang penuh kasih, tulus, dan berorientasi pada Allah dibarengi dengan “selalu bersukacita” dan “damai Allah yang melampaui pengertian” dan “menunjukkan kepedulian yang tulus akan kebaikanmu.” Bagaimana mungkin rasa sakit hati dibarengi dengan kasih, sukacita, damai, dan kesadaran akan tujuan hidup yang tak terhancurkan? Dalam logika terdalam dari iman, ini amatlah masuk akal. Bahkan, karena Anda memiliki harapan, Anda dapat merasakan penderitaan hidup ini lebih berat: duka di atas duka. Sebaliknya, duka yang tanpa harapan seringkali memilih penyangkalan ataupun pelarian atau kesibukan sebab ia tak mampu menghadapi kenyataan tanpa menjadi tertekan. Dalam Kristus, Anda memahami hal apa yang menjadi ancaman, dan karenanya Anda merasakan sepenuhnya apa yang salah dengan dunia yang fana ini. Anda tidak menerima rasa sakit dan kematian selaku kebenaran. Anda mengasihi apa yang baik, dan membenci apa yang jahat. Bagaimanapun, Anda mengikuti citra “seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.” Namun Yesus memilih salib-Nya dengan sukarela “ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.” Ia hidup dan mati dalam pengharapan yang menjadi kenyataan. Rasa sakit-Nya tidak dibungkam oleh penyangkalan ataupun pengobatan, ataupun dinodai oleh keputusasaan, ketakutan, ataupun pergumulan demi secercah harapan yang mungkin mengubah keadaan-Nya. Janji terakhir Yesus meluap dengan kegembiraan akan harapan yang kokoh di tengah-tengah duka: ”Sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.” (dipilih dari Yohanes 15-17).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda memandang dosa sama seperti sebelumnya.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda memandang dosa semenarik sebelum Anda menderita kanker? Bila demikian berarti Anda menyia-nyiakan penyakit kanker Anda. Penyakit kanker dirancang untuk menghancurkan selera akan dosa. Kesombongan, keserakahan, hasrat, kebencian, enggan mengampuni, ketidaksabaran, kemalasan, penundaan – semuanya ini adalah musuh yang dimaksudkan untuk diserang oleh kanker. Jangan hanya berpikir tentang berjuang melawan kanker. Pikirkanlah pula berjuang bersama kanker. Semua hal tersebut adalah musuh-musuh terbesar dibandingkan dengan penyakit kanker. Jangan sia-siakan kekuatan kanker untuk menghancurkan musuh-musuh ini. Biarkanlah kehadiran kekekalan membuat dosa-dosa waktu sebagai hal yang sia-sia sebagaimana layaknya mereka. ”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Penderitaan sungguh ditujukan untuk memenangkan Anda dari dosa dan memperkuat iman Anda. Bila Anda tak ber-Tuhan, maka penderitaan memperbesar dosa. Akankah Anda menjadi semakin pahit, putus asa, ketagihan, ketakutan, kalut, menghindar, sentimental, dan tak bertuhan dalam menjalani hidup? Akankah Anda berpura-pura bahwa ini adalah urusan biasa?  Akankah Anda disadarkan pada kematian, menurut istilah Anda? Akan tetapi bila Anda milik Allah, maka penderitaan dalam tangan Kristus akan mengubahkan Anda, selalu perlahan-lahan, terkadang cepat. Anda disadarkan pada kehidupan dan  kematian menurut istilah-Nya. Ia akan melembutkan Anda, menyucikan Anda, membersihkan Anda dari kesombongan. Ia akan membuat Anda membutuhkan-Nya dan mengasihi Dia. Ia mengatur kembali prioritas Anda sehingga hal utama seringkali datang lebih dulu. Ia akan berjalan bersama Anda. Tentu saja Anda sesekali akan gagal, barangkali terperangkap oleh kegeraman atau kemuraman, pelarian atau ketakutan. Namun Ia akan selalu menopangmu ketika Anda terjatuh. Musuh di dalam diri Anda – kanker moral yang 10.000 kali lebih mematikan daripada kanker fisik Anda – akan mati seiring dengan pencarian berkesinambungan dan penemuan Anda akan Penyelamat Anda: ”Oleh karena nama-Mu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” (Mazmur 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda gagal mempergunakannya sebagai cara untuk bersaksi akan kebenaran dan kebesaran Kristus.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Kristen berada di suatu tempat bukan karena kebetulan semata. Ada alasan-alasannya mengapa kita berada di mana kita berada. Pertimbangkanlah apa yang Yesus katakan mengenai keadaan di luar rencana yang menyakitkan: “Kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” (Lukas 21:12-13). Demikian pula dengan penyakit kanker. Ini akan menjadi sebuah kesempatan untuk bersaksi. Kristus sungguh layak disembah. Inilah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Ia lebih berharga daripada hidup. Jangan sia-siakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Yesus adalah hidupmu. Di hadapan-Nyalah semuanya akan berlutut. Ia telah mengalahkan kematian selamanya. Ia akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai. Biarkanlah sinarmu bercahaya karena kau hidup di dalam-Nya, oleh-Nya, melalui-Nya, dan untuk-Nya. Salah satu himne lama gereja mengungkapkannya seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Kritus besertaku,&lt;br /&gt;
:Kristus di dalamku,&lt;br /&gt;
:Kristus di belakangku,&lt;br /&gt;
:Kristus di hadapanku,&lt;br /&gt;
:Kristus di sisiku,&lt;br /&gt;
:Kristus memenangkanku,&lt;br /&gt;
:Kristus melegakan dan memulihkanku,&lt;br /&gt;
:Kristus di bawahku,&lt;br /&gt;
:Kristus di atasku,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam diam,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam bahaya,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam hati semua yang mengasihi aku,&lt;br /&gt;
:Kristus dalam mulut teman dan orang-orang asing&lt;br /&gt;
:(dari ”I bind unto myself the name”).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui penyakit kanker Anda, Anda akan membutuhkan saudara-saudari Anda untuk bersaksi tentang kebenaran dan kebesaran Kristus, untuk berjalan bersama Anda, untuk memelihara iman di samping Anda, untuk mencintai Anda. Dan Anda pun dapat berbuat hal yang sama bersama mereka dan orang-orang lainnya, menjadi hati yang mengasihi dengan kasih Kristus dan mulut yang dipenuhi pengharapan, baik bagi sahabat maupun orang-orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah bahwa Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Anda akan memperoleh pertolongan yang Anda butuhkan. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur John&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 16 May 2009 03:35:10 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Don't Waste Your Cancer/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|Jangan Sia-Siakan Penyakit Kanker Anda}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Pesan Editor: Kawan kita, David Powlison dari Christian Counseling and Education Foundation, yang baru-baru ini juga didiagnosis menderita kanker prostat telah menambahkan beberapa pengembangan yang amat membantu pada 10 poin John Piper. Paragraf bertakuk dengan diawali ”DP:” ditulis oleh David Powlison.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menulis ini di malam sebelum operasi prostat dilakukan. Saya percaya akan kekuatan Allah untuk menyembuhkan – melalui mujizat dan obat-obatan. Saya percaya bahwa berdoa untuk kedua jenis penyembuhan ini ada hal yang benar dan baik. Penyakit kanker tidaklah sia-sia kala ia disembuhkan oleh Allah. Ia ditinggikan dan itulah mengapa penyakit kanker ada. Karenanya, penyakit kanker Anda akan sia-sia bila Anda tidak berdoa bagi kesembuhan. Akan tetapi, kesembuhan bukanlah rencana Allah bagi setiap orang. Ada banyak cara lain menyia-nyiakan kanker Anda. Saya berdoa bagi diri sendiri dan Anda semoga kita tidak akan menyia-nyiakan rasa sakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Saya (David Powlison) menambahkan pencerminan ini pada pernyataan John Piper di pagi hari setelah menerima kabar bahwa saya didiagnosis menderita kanker prostat (3 Maret 2006). Kesepuluh poin utama dan paragraf pertama adalah pernyataannya, sedangkan paragraf kedua adalah pernyataan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda tidak percaya bahwa itu dirancang oleh Allah bagi Anda.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah tepat bila dikatakan bahwa Allah hanya menggunakan penyakit kanker kita namun tidak merancangnya. Apa yang diizinkan Allah, Ia mengizinkannya untuk suatu alasan. Dan alasan itu adalah rancangan-Nya. Bila Allah memperkirakan perkembangan molekul menjadi kanker, Ia dapat menghentikannya ataupun tidak. Jika Ia tidak menghentikannya, Ia memiliki tujuan. Adalah benar untuk menyebut tujuan ini sebagai sebuah rancangan karena Ia sungguh Mahabijaksana. Iblis adalah nyata dan mendatangkan banyak kesenangan maupun rasa sakit. Namun ia tidaklah abadi. Maka ketika ia menghantam Ayub dengan barah (Ayub 2:7), Ayub pada akhirnya menyerahkannya kepada Allah (2:10) dan sang penulis yang terinspirasi ini setuju: Mereka . . . menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan Tuhan kepadanya” (Ayub 42:11). Bila Anda tidak percaya bahwa penyakit kanker Anda dirancang bagimu untuk Allah, maka Anda akan menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:'''DP''': Mengenali sentuhan rancangannya-Nya tidaklah membuat Anda menjadi seorang yang tabah atau tidak jujur ataupun bersukacita palsu. Sebaliknya, kenyataan akan rancangan Allah membawa dan menghubungkan pergumulan jujur Anda pada satu-satunya Penyelamat hidup Anda. Rancangan Allah mengundang pernyataan jujur, bukannya pengakuan kita dalam diam. Pertimbangkanlah kejujuran dalam Mazmur, Raja Hezekiah (Yesaya 38), dan Habakuk 3. Orang-orang ini bersikap jujur apa adanya dan percaya penuh, karena mereka tahu bahwa Allah adalah Allah dan menumpukan harapan mereka di dalam Dia. Mazmur 28 mengajarkan Anda tentang doa langsung yang penuh gairah kepada Allah. Ia pasti mendengar Anda. Ia akan mendengar Anda. Ia akan terus bekerja di dalam Anda dan situasi Anda. Ratapan ini datang dari perasaan bahwa Anda membutuhkan pertolongan (28:1-2). Lalu sebutkan masalah khusus Anda kepada Allah (28:3-5). Anda bebas untuk menyesuaikannya dengan masalah-masalah Anda sendiri. Seringkali melalui “berbagai cobaan” dalam hidup (Yakobus 1:2), apa yang Anda hadapi tidak persis menggambarkan hal-hal khusus yang dihadapi oleh Daud atau Yesus – akan tetapi kedinamisan iman selalu sama. Pancarkan kasihmu pada-Nya yang mengasihimu, lalu nyanyikan sukacitamu (28:6-7): damai yang dianugerahkan Tuhan yang jauh melampaui pengertian. Dan akhirnya, karena iman selalu bermuara menuju kasih, maka kebutuhan dan sukacita pribadi Anda akan berbuah pada perhatian penuh kasih pada sesama (28:8-9). Sakit dapat mempertajam kesadaran Anda mengenai betapa penuhnya Allah itu dan selalu bekerja dalam setiap rincian kehidupan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda percaya bahwa ia adalah sebuah kutukan dan bukanlah sebuah karunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13). “Tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.” (Bilangan 23:23). “Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan. Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Berkat datang dari apa yang dilakukan Allah untuk kita, bersama kita, dan melalui kita. Ia membawa pengorbanan besar dan penuh belas kasih ke atas panggung kutukan. Penyakit kanker Anda, dalam dirinya sendiri, merupakan salah satu dari 10.000 ’lembah kekelaman’ (Mazmur 23:4) yang menghampiri setiap orang dari kita: semua tekanan, kehilangan, rasa sakit, kekurangan, kekecewaan, kejahatan. Namun dalam anak-anak yang dikasihi-Nya, Bapa kita mengerjakan hal terindah melalui kehilangan kita yang paling mendukakan: terkadang penyembuhan dan pemulihan tubuh (secara sementara, hingga bangkitnya orang-orang mati menuju hidup kekal), selalu mendukung dan mengajarkan kita bahwa kita dapat mengenal dan mengasihi-Nya dengan lebih tulus. Dalam pencobaan iblis, iman Anda menjadi kuat dan nyata, dan kasihmu menjadi terarah dan arif: Yakobus 1:2-5, I Petrus 1:3-9, Roma 5:1-5, Roma 8:18-39.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda mencari kelegaan dari peluang Anda bukannya dari Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rancangan Allah atas penyakit kanker Anda bukanlah untuk melatih Anda dalam perhitungan manusia akan kesempatan rasionalistis. Dunia ini beroleh kenyamanan dari perkiraan mereka. Tidak demikian dengan umat Kristen. Sebagian menghitung kereta perang mereka (persentase bertahan hidup) dan sebagian lagi menghitung kuda-kuda mereka (efek samping perawatan), tapi kita percaya dalam nama Allah Bapa kita (Mazmur 20:7). Dalam II Korintus 1:9 jelaslah sudah rancangan Allah,”Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Tujuan Allah akan penyakit kanker Anda (di antara ribuan hal baik lainnya) adalah untuk menghantam penopang dari dalam lubuk hati kita agar kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Allah sendirilah kelegaan Anda. Ia menyerahkan diri-Nya. Himne “Be Still My Soul” (oleh Katerina von Schlegel) menggambarkan kemungkinan tersebut dengan cara yang tepat: kita 100% pasti menderita, dan Kristus 100% pasti berjumpa kita, datang pada kita, melegakan kita, dan mengembalikan sukacita kasih termurni. Hymne “How Firm a Foundation” menggambarkan kemungkinan ini dengan cara yang sama: Anda 100% pasti melewati tekanan duka, dan Sang Penyelamat 100% pasti “bersamamu, memberkatimu dalam kesusahan, menyucikanmu dalam penderitaan terberat.” Bersama Allah, Anda tidak bermain persentase, akan tetapi hidup dalam kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menolak untuk berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Kita semua akan mati bila Yesus menunda kedatangan-Nya kembali. Tidak berpikir mengenai akan seperti apa meninggalkan hidup ini dan berjumpa Allah adalah suatu kebodohan. Pengkhotbah 7:2 says, “Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Bagaimana Anda akan menanamkannya dalam hati bila Anda enggan berpikir tentangnya? Mazmur 90:12 berkata,” Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari-hari Anda maksudnya berpikir tentang betapa sedikitnya hari-hari dan bahwa hari-hari tersebut akan berakhir. Bagaimana Anda akan beroleh kebijakan hati bila Anda menolak untuk berpikir tentang hal ini? Sungguh suatu kesia-siaan bila kita tidak berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Paulus mendeskripsikan Roh Kudus adalah ’pembayaran di muka’ yang tak terlihat dan tersembunyi dalam kepastian kehidupan. Dengan iman, Allah memberikan perasaan indah berhadapan muka dengan kehidupan kekal dalam kehadiran Tuhan kita dan Kristus. Kita dapat pula mengatakan bahwa kanker merupakan ‘pembayaran di muka’ untuk kematian yang tak terhindarkan, yang memberikan rasa tak sedap akan kenyataan mengenai kematian kita. Kanker merupakan sebuah rambu yang mengacu pada sesuatu yang lebih besar: musuh terakhir yang mesti Anda hadapi. Tapi Kristus telah mengalahkan musuh terakhir ini: I Korintus 15. Kematian telah ditenggelamkan oleh kemenangan. Penyakit kanker hanyalah salah satu kelompok pengintai musuh yang tengah berpatroli. Ia tak memiliki kekuatan akhir bila Anda adalah anak kebangkitan, jadi Anda dapat menentangnya berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berpikir bahwa ”mengalahkan” kanker berarti bertahan hidup bukannya meninggikan Allah.&lt;br /&gt;
Rancangan iblis dan Allah atas penyakit kanker Anda tidaklah sama. Iblis berencana untuk menghancurkan cintamu pada Kristus. Allah merancang untuk memperdalam cintamu pada Kristus. Penyakit kanker tidak menang bila Anda meninggal. Ia menang bila Anda gagal meninggikan Kristus. Rancangan Allah adalah untuk memutuskan Anda dari sokongan duniawi dan memberi makan Anda dalam kecukupan Kristus. Ia dimaksudkan untuk menolong Anda untuk berkata dan merasakan,“Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” Dan untuk mengetahui bahwa karenanya, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 3:8; 1:21).&lt;br /&gt;
DP: Meninggikan Kristus menunjukkan dua kegiatan utama iman: kebutuhan mendesak dan sukacita penuh. Banyak pemazmur berseru dalam ”nada minor”: kita meninggikan Penyelamat kita dengan meminta-Nya untuk menyelamatkan kita dari masalah nyata, dosa nyata, penderitaan nyata, kesedihan nyata. Banyak pula pemazmur yang bersenandung dalam ’nada mayor’: kita meninggikan Penyelamat kita dengan bersukacita di dalam Dia, mengasihi Dia, bersyukur pada-Nya untuk semua berkat-Nya bagi kita, bersukacita karena pengorbanan-Nya adalah hal paling berarti di dunia dan bahwa Ia-lah yang memegang keputusan akhir. Dan banyak pemazmur memulai dengan satu nada serta diakhiri dengan nada lainnya. Meninggikan Kristus bukanlah monokromatis; Anda menjalani keseluruhan spektrum pengalaman manusia bersama-Nya. ’Mengalahkan’ kanker adalah hidup dengan menyadari bahwa Bapa kita memiliki perhatian pada anak yang dikasihi-Nya, karena Ia mengetahui apa adanya Anda, bahwa Anda hanyalah debu. Kristus Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Hidup adalah untuk mengenal-Nya, yang kita tahu pasti untuk dikasihi.&lt;br /&gt;
6.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dengan membaca mengenai kanker dan tidak cukup waktu untuk membaca mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah salah untuk mengetahui hal-hal mengenai kanker. Ketidakpedulian bukanlah suatu kebaikan. Akan tetapi godaan untuk mengetahui lebih dan lebih banyak lagi serta kurangnya hasrat untuk mengenal Allah lebih dan lebih lagi merupakan gejala ketidakpercayaan. Kanker dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan realita Allah. Ia dimaksudkan untuk menanamkan perasaan dan kekuatan di balik perintah, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (Hosea 6:3). Ia dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan kebenaran Daniel 11:32,” Umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Ia dimaksudkan untuk menumbuhkan pohon ek yang tak tergoyahkan dan tak dapat dihancurkan dalam diri kita: “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2). Sungguh suatu penyia-nyiaan penyakit kanker bila siang dan malam kita membaca mengenai kanker dan tidak mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Apa yang berlaku bagi bacaanmu juga berlaku bagi percakapanmu dengan orang lain. Orang lain kerap kali mengungkapkan perhatian dan kepedulian mereka dengan bertanya tentang kesehatan Anda. Itu sesuatu yang baik, akan tetapi dengan mudah percakapan terhenti sampai di situ. Jadi beritahu mereka secara terbuka tentang sakit Anda, mintalah doa dan bimbingan mereka, namun kemudian ubahlah arah percakapan dengan memberitahu mereka tentang apa yang Allah lakukan untuk menopang Anda secara tulus melalui 10.000 belas kasih. Robert Murray McCheyne berkata dengan arif,”Untuk setiap satu orang yang melihat dosamu, alihkan sepuluh pandangan pada Kristus.” Ia mengecam kecenderungan kita untuk membalikkan perbandingan 10:1 itu dengan meratapi kegagalan kita dan melupakan Allah yang Mahakasih. Apa yang dikatakan McCheyne mengenai dosa-dosa kita dapat pula kita terapkan pada penderitaan kita. Untuk setiap satu kalimat yang Anda katakan pada orang lain mengenai penyakit kanker Anda, katakanlah sepuluh kalimat mengenai Allahmu, dan harapanmu, dan apa yang tengah diajarkan-Nya, dan berkat-berkat kecil setiap harinya. Untuk setiap jam yang Anda luangkan untuk mempelajari ataupun berdiskusi mengenai penyakit kanker Anda, luangkanlah 10 jam untuk mempelajari dan berdiskusi dan melayani Allahmu. Kaitkanlah semua yang Anda pelajari mengenai kanker kembali kepada-Nya dan tujuan-Nya, maka Anda tak akan menjadi terobsesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda membiarkannya menenggelamkan Anda dalam kesendirian dan bukannya memperdalam hubungan Anda dengan kasih nan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Epaphroditus membawa hadiah bagi Paulus yang dikirim oleh gereja Filipi, iapun sakit dan hampir meninggal. Paulus menyampaikan pada orang-orang Filipi,”Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.” (Filipi 2:26-27). Sungguh respon yang luar biasa! Tidaklah dikatakan bahwa mereka susah hati karena ia sakit, namun ia bersusah hati karena mereka mendengar bahwa ia sakit. Itulah jenis hati yang dimaksudkan Allah untuk dibentuk melalui kanker: kebaikan yang mendalam, hati yang penuh kasih kepada orang lain. Jangan sia-siakan penyakit kanker Anda dengan menarik diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Budaya kita adalah gentar menghadapi kematian. Ia diobsesikan dengan obat-obatan. Ia mengidolakan masa muda, kesehatan, dan energi. Ia berusaha menyembunyikan kelemahan ataupun ketidaksempurnaan. Anda akan membawa banyak berkat bagi orang lain dengan hidup terbuka dan percaya penuh, dan penuh kasih dalam kelemahanmu. Sebaliknya, melibatkan diri ke dalam suatu hubungan ketika Anda terluka dan lemah sesungguhnya akan memperkuat orang lain. ‘Satu sama lain’ adalah merupakan jalan dua arah pemberian yang murah hati dan penerimaan yang penuh syukur. Kebutuhan Anda memberikan kesempatan bagi yang lain untuk mengasihi. Dan karena kasih selalu merupakan tujuan Allah di dalam Anda, Anda pun akan mempelajari pelajaran-Nya yang terbaik dan terindah ketika Anda menemukan cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian pada sesama bahkan di kala Anda dalam keadaan paling lemah. Kelemahan besar yang mengancam kehidupan terbukti mampu membebaskan dengan luar biasa. Tak ada hal lain untuk dilakukan kecuali untuk dicintai oleh Allah dan sesama, dan untuk mencintai Allah dan sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berduka seperti mereka yang tak berpengharapan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menggunakan ungkapan ini dalam kaitannya dengan mereka yang telah kehilangan orang-orang terkasih: “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.” (I Tesalonika 4:13). Ada dukacita saat kematian. Bahkan bagi orang-orang percaya yang meninggal, ada rasa kehilangan sementara – kehilangan tubuh, dan kehilangan mereka yang dikasihi, juga kehilangan pelayanan di dunia. Namun duka itu berbeda – ia dipenuhi dengan harapan. “Dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.” (II Korintus 5:8). Jangan sia-siakan kanker Anda dengan meratap seperti mereka yang tidak memiliki harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Tunjukkanlah pada dunia cara berduka yang lain ini. Paulus berkata bahwa ia pasti merasakan “duka di atas duka” jika temannya Epaphroditus telah meninggal. Ia telah berduka, merasakan sakit yang dalam akan sakitnya sang sahabat. Ia akan berduka lebih dalam bila sahabatnya meninggal. Akan tetapi, duka yang penuh kasih, tulus, dan berorientasi pada Allah dibarengi dengan “selalu bersukacita” dan “damai Allah yang melampaui pengertian” dan “menunjukkan kepedulian yang tulus akan kebaikanmu.” Bagaimana mungkin rasa sakit hati dibarengi dengan kasih, sukacita, damai, dan kesadaran akan tujuan hidup yang tak terhancurkan? Dalam logika terdalam dari iman, ini amatlah masuk akal. Bahkan, karena Anda memiliki harapan, Anda dapat merasakan penderitaan hidup ini lebih berat: duka di atas duka. Sebaliknya, duka yang tanpa harapan seringkali memilih penyangkalan ataupun pelarian atau kesibukan sebab ia tak mampu menghadapi kenyataan tanpa menjadi tertekan. Dalam Kristus, Anda memahami hal apa yang menjadi ancaman, dan karenanya Anda merasakan sepenuhnya apa yang salah dengan dunia yang fana ini. Anda tidak menerima rasa sakit dan kematian selaku kebenaran. Anda mengasihi apa yang baik, dan membenci apa yang jahat. Bagaimanapun, Anda mengikuti citra “seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.” Namun Yesus memilih salib-Nya dengan sukarela “ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.” Ia hidup dan mati dalam pengharapan yang menjadi kenyataan. Rasa sakit-Nya tidak dibungkam oleh penyangkalan ataupun pengobatan, ataupun dinodai oleh keputusasaan, ketakutan, ataupun pergumulan demi secercah harapan yang mungkin mengubah keadaan-Nya. Janji terakhir Yesus meluap dengan kegembiraan akan harapan yang kokoh di tengah-tengah duka: ”Sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.” (dipilih dari Yohanes 15-17).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda memandang dosa sama seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda memandang dosa semenarik sebelum Anda menderita kanker? Bila demikian berarti Anda menyia-nyiakan penyakit kanker Anda. Penyakit kanker dirancang untuk menghancurkan selera akan dosa. Kesombongan, keserakahan, hasrat, kebencian, enggan mengampuni, ketidaksabaran, kemalasan, penundaan – semuanya ini adalah musuh yang dimaksudkan untuk diserang oleh kanker. Jangan hanya berpikir tentang berjuang melawan kanker. Pikirkanlah pula berjuang bersama kanker. Semua hal tersebut adalah musuh-musuh terbesar dibandingkan dengan penyakit kanker. Jangan sia-siakan kekuatan kanker untuk menghancurkan musuh-musuh ini. Biarkanlah kehadiran kekekalan membuat dosa-dosa waktu sebagai hal yang sia-sia sebagaimana layaknya mereka. ”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Penderitaan sungguh ditujukan untuk memenangkan Anda dari dosa dan memperkuat iman Anda. Bila Anda tak ber-Tuhan, maka penderitaan memperbesar dosa. Akankah Anda menjadi semakin pahit, putus asa, ketagihan, ketakutan, kalut, menghindar, sentimental, dan tak bertuhan dalam menjalani hidup? Akankah Anda berpura-pura bahwa ini adalah urusan biasa?  Akankah Anda disadarkan pada kematian, menurut istilah Anda? Akan tetapi bila Anda milik Allah, maka penderitaan dalam tangan Kristus akan mengubahkan Anda, selalu perlahan-lahan, terkadang cepat. Anda disadarkan pada kehidupan dan  kematian menurut istilah-Nya. Ia akan melembutkan Anda, menyucikan Anda, membersihkan Anda dari kesombongan. Ia akan membuat Anda membutuhkan-Nya dan mengasihi Dia. Ia mengatur kembali prioritas Anda sehingga hal utama seringkali datang lebih dulu. Ia akan berjalan bersama Anda. Tentu saja Anda sesekali akan gagal, barangkali terperangkap oleh kegeraman atau kemuraman, pelarian atau ketakutan. Namun Ia akan selalu menopangmu ketika Anda terjatuh. Musuh di dalam diri Anda – kanker moral yang 10.000 kali lebih mematikan daripada kanker fisik Anda – akan mati seiring dengan pencarian berkesinambungan dan penemuan Anda akan Penyelamat Anda: ”Oleh karena nama-Mu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” (Mazmur 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda gagal mempergunakannya sebagai cara untuk bersaksi akan kebenaran dan kebesaran Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Kristen berada di suatu tempat bukan karena kebetulan semata. Ada alasan-alasannya mengapa kita berada di mana kita berada. Pertimbangkanlah apa yang Yesus katakan mengenai keadaan di luar rencana yang menyakitkan: “Kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” (Lukas 21:12-13). Demikian pula dengan penyakit kanker. Ini akan menjadi sebuah kesempatan untuk bersaksi. Kristus sungguh layak disembah. Inilah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Ia lebih berharga daripada hidup. Jangan sia-siakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Yesus adalah hidupmu. Di hadapan-Nyalah semuanya akan berlutut. Ia telah mengalahkan kematian selamanya. Ia akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai. Biarkanlah sinarmu bercahaya karena kau hidup di dalam-Nya, oleh-Nya, melalui-Nya, dan untuk-Nya. Salah satu himne lama gereja mengungkapkannya seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kritus besertaku,&lt;br /&gt;
Kristus di dalamku,&lt;br /&gt;
Kristus di belakangku,&lt;br /&gt;
Kristus di hadapanku,&lt;br /&gt;
Kristus di sisiku,&lt;br /&gt;
Kristus memenangkanku,&lt;br /&gt;
Kristus melegakan dan memulihkanku,&lt;br /&gt;
Kristus di bawahku,&lt;br /&gt;
Kristus di atasku,&lt;br /&gt;
Kristus dalam diam,&lt;br /&gt;
Kristus dalam bahaya,&lt;br /&gt;
Kristus dalam hati semua yang mengasihi aku,&lt;br /&gt;
Kristus dalam mulut teman dan orang-orang asing&lt;br /&gt;
(dari ”I bind unto myself the name”).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui penyakit kanker Anda, Anda akan membutuhkan saudara-saudari Anda untuk bersaksi tentang kebenaran dan kebesaran Kristus, untuk berjalan bersama Anda, untuk memelihara iman di samping Anda, untuk mencintai Anda. Dan Anda pun dapat berbuat hal yang sama bersama mereka dan orang-orang lainnya, menjadi hati yang mengasihi dengan kasih Kristus dan mulut yang dipenuhi pengharapan, baik bagi sahabat maupun orang-orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah bahwa Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Anda akan memperoleh pertolongan yang Anda butuhkan. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur John&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 16 May 2009 03:31:20 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Don't Waste Your Cancer/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|Jangan Sia-Siakan Penyakit Kanker Anda}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Pesan Editor: Kawan kita, David Powlison dari Christian Counseling and Education Foundation, yang baru-baru ini juga didiagnosis menderita kanker prostat telah menambahkan beberapa pengembangan yang amat membantu pada 10 poin John Piper. Paragraf bertakuk dengan diawali ”DP:” ditulis oleh David Powlison.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menulis ini di malam sebelum operasi prostat dilakukan. Saya percaya akan kekuatan Allah untuk menyembuhkan – melalui mujizat dan obat-obatan. Saya percaya bahwa berdoa untuk kedua jenis penyembuhan ini ada hal yang benar dan baik. Penyakit kanker tidaklah sia-sia kala ia disembuhkan oleh Allah. Ia ditinggikan dan itulah mengapa penyakit kanker ada. Karenanya, penyakit kanker Anda akan sia-sia bila Anda tidak berdoa bagi kesembuhan. Akan tetapi, kesembuhan bukanlah rencana Allah bagi setiap orang. Ada banyak cara lain menyia-nyiakan kanker Anda. Saya berdoa bagi diri sendiri dan Anda semoga kita tidak akan menyia-nyiakan rasa sakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Saya (David Powlison) menambahkan pencerminan ini pada pernyataan John Piper di pagi hari setelah menerima kabar bahwa saya didiagnosis menderita kanker prostat (3 Maret 2006). Kesepuluh poin utama dan paragraf pertama adalah pernyataannya, sedangkan paragraf kedua adalah pernyataan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda tidak percaya bahwa itu dirancang oleh Allah bagi Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah tepat bila dikatakan bahwa Allah hanya menggunakan penyakit kanker kita namun tidak merancangnya. Apa yang diizinkan Allah, Ia mengizinkannya untuk suatu alasan. Dan alasan itu adalah rancangan-Nya. Bila Allah memperkirakan perkembangan molekul menjadi kanker, Ia dapat menghentikannya ataupun tidak. Jika Ia tidak menghentikannya, Ia memiliki tujuan. Adalah benar untuk menyebut tujuan ini sebagai sebuah rancangan karena Ia sungguh Mahabijaksana. Iblis adalah nyata dan mendatangkan banyak kesenangan maupun rasa sakit. Namun ia tidaklah abadi. Maka ketika ia menghantam Ayub dengan barah (Ayub 2:7), Ayub pada akhirnya menyerahkannya kepada Allah (2:10) dan sang penulis yang terinspirasi ini setuju: Mereka . . . menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan Tuhan kepadanya” (Ayub 42:11). Bila Anda tidak percaya bahwa penyakit kanker Anda dirancang bagimu untuk Allah, maka Anda akan menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Mengenali sentuhan rancangannya-Nya tidaklah membuat Anda menjadi seorang yang tabah atau tidak jujur ataupun bersukacita palsu. Sebaliknya, kenyataan akan rancangan Allah membawa dan menghubungkan pergumulan jujur Anda pada satu-satunya Penyelamat hidup Anda. Rancangan Allah mengundang pernyataan jujur, bukannya pengakuan kita dalam diam. Pertimbangkanlah kejujuran dalam Mazmur, Raja Hezekiah (Yesaya 38), dan Habakuk 3. Orang-orang ini bersikap jujur apa adanya dan percaya penuh, karena mereka tahu bahwa Allah adalah Allah dan menumpukan harapan mereka di dalam Dia. Mazmur 28 mengajarkan Anda tentang doa langsung yang penuh gairah kepada Allah. Ia pasti mendengar Anda. Ia akan mendengar Anda. Ia akan terus bekerja di dalam Anda dan situasi Anda. Ratapan ini datang dari perasaan bahwa Anda membutuhkan pertolongan (28:1-2). Lalu sebutkan masalah khusus Anda kepada Allah (28:3-5). Anda bebas untuk menyesuaikannya dengan masalah-masalah Anda sendiri. Seringkali melalui “berbagai cobaan” dalam hidup (Yakobus 1:2), apa yang Anda hadapi tidak persis menggambarkan hal-hal khusus yang dihadapi oleh Daud atau Yesus – akan tetapi kedinamisan iman selalu sama. Pancarkan kasihmu pada-Nya yang mengasihimu, lalu nyanyikan sukacitamu (28:6-7): damai yang dianugerahkan Tuhan yang jauh melampaui pengertian. Dan akhirnya, karena iman selalu bermuara menuju kasih, maka kebutuhan dan sukacita pribadi Anda akan berbuah pada perhatian penuh kasih pada sesama (28:8-9). Sakit dapat mempertajam kesadaran Anda mengenai betapa penuhnya Allah itu dan selalu bekerja dalam setiap rincian kehidupan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda percaya bahwa ia adalah sebuah kutukan dan bukanlah sebuah karunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13). “Tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.” (Bilangan 23:23). “Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan. Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Berkat datang dari apa yang dilakukan Allah untuk kita, bersama kita, dan melalui kita. Ia membawa pengorbanan besar dan penuh belas kasih ke atas panggung kutukan. Penyakit kanker Anda, dalam dirinya sendiri, merupakan salah satu dari 10.000 ’lembah kekelaman’ (Mazmur 23:4) yang menghampiri setiap orang dari kita: semua tekanan, kehilangan, rasa sakit, kekurangan, kekecewaan, kejahatan. Namun dalam anak-anak yang dikasihi-Nya, Bapa kita mengerjakan hal terindah melalui kehilangan kita yang paling mendukakan: terkadang penyembuhan dan pemulihan tubuh (secara sementara, hingga bangkitnya orang-orang mati menuju hidup kekal), selalu mendukung dan mengajarkan kita bahwa kita dapat mengenal dan mengasihi-Nya dengan lebih tulus. Dalam pencobaan iblis, iman Anda menjadi kuat dan nyata, dan kasihmu menjadi terarah dan arif: Yakobus 1:2-5, I Petrus 1:3-9, Roma 5:1-5, Roma 8:18-39.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda mencari kelegaan dari peluang Anda bukannya dari Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rancangan Allah atas penyakit kanker Anda bukanlah untuk melatih Anda dalam perhitungan manusia akan kesempatan rasionalistis. Dunia ini beroleh kenyamanan dari perkiraan mereka. Tidak demikian dengan umat Kristen. Sebagian menghitung kereta perang mereka (persentase bertahan hidup) dan sebagian lagi menghitung kuda-kuda mereka (efek samping perawatan), tapi kita percaya dalam nama Allah Bapa kita (Mazmur 20:7). Dalam II Korintus 1:9 jelaslah sudah rancangan Allah,”Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Tujuan Allah akan penyakit kanker Anda (di antara ribuan hal baik lainnya) adalah untuk menghantam penopang dari dalam lubuk hati kita agar kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Allah sendirilah kelegaan Anda. Ia menyerahkan diri-Nya. Himne “Be Still My Soul” (oleh Katerina von Schlegel) menggambarkan kemungkinan tersebut dengan cara yang tepat: kita 100% pasti menderita, dan Kristus 100% pasti berjumpa kita, datang pada kita, melegakan kita, dan mengembalikan sukacita kasih termurni. Hymne “How Firm a Foundation” menggambarkan kemungkinan ini dengan cara yang sama: Anda 100% pasti melewati tekanan duka, dan Sang Penyelamat 100% pasti “bersamamu, memberkatimu dalam kesusahan, menyucikanmu dalam penderitaan terberat.” Bersama Allah, Anda tidak bermain persentase, akan tetapi hidup dalam kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menolak untuk berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
Kita semua akan mati bila Yesus menunda kedatangan-Nya kembali. Tidak berpikir mengenai akan seperti apa meninggalkan hidup ini dan berjumpa Allah adalah suatu kebodohan. Pengkhotbah 7:2 says, “Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Bagaimana Anda akan menanamkannya dalam hati bila Anda enggan berpikir tentangnya? Mazmur 90:12 berkata,” Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari-hari Anda maksudnya berpikir tentang betapa sedikitnya hari-hari dan bahwa hari-hari tersebut akan berakhir. Bagaimana Anda akan beroleh kebijakan hati bila Anda menolak untuk berpikir tentang hal ini? Sungguh suatu kesia-siaan bila kita tidak berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Paulus mendeskripsikan Roh Kudus adalah ’pembayaran di muka’ yang tak terlihat dan tersembunyi dalam kepastian kehidupan. Dengan iman, Allah memberikan perasaan indah berhadapan muka dengan kehidupan kekal dalam kehadiran Tuhan kita dan Kristus. Kita dapat pula mengatakan bahwa kanker merupakan ‘pembayaran di muka’ untuk kematian yang tak terhindarkan, yang memberikan rasa tak sedap akan kenyataan mengenai kematian kita. Kanker merupakan sebuah rambu yang mengacu pada sesuatu yang lebih besar: musuh terakhir yang mesti Anda hadapi. Tapi Kristus telah mengalahkan musuh terakhir ini: I Korintus 15. Kematian telah ditenggelamkan oleh kemenangan. Penyakit kanker hanyalah salah satu kelompok pengintai musuh yang tengah berpatroli. Ia tak memiliki kekuatan akhir bila Anda adalah anak kebangkitan, jadi Anda dapat menentangnya berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berpikir bahwa ”mengalahkan” kanker berarti bertahan hidup bukannya meninggikan Allah.&lt;br /&gt;
Rancangan iblis dan Allah atas penyakit kanker Anda tidaklah sama. Iblis berencana untuk menghancurkan cintamu pada Kristus. Allah merancang untuk memperdalam cintamu pada Kristus. Penyakit kanker tidak menang bila Anda meninggal. Ia menang bila Anda gagal meninggikan Kristus. Rancangan Allah adalah untuk memutuskan Anda dari sokongan duniawi dan memberi makan Anda dalam kecukupan Kristus. Ia dimaksudkan untuk menolong Anda untuk berkata dan merasakan,“Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” Dan untuk mengetahui bahwa karenanya, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 3:8; 1:21).&lt;br /&gt;
DP: Meninggikan Kristus menunjukkan dua kegiatan utama iman: kebutuhan mendesak dan sukacita penuh. Banyak pemazmur berseru dalam ”nada minor”: kita meninggikan Penyelamat kita dengan meminta-Nya untuk menyelamatkan kita dari masalah nyata, dosa nyata, penderitaan nyata, kesedihan nyata. Banyak pula pemazmur yang bersenandung dalam ’nada mayor’: kita meninggikan Penyelamat kita dengan bersukacita di dalam Dia, mengasihi Dia, bersyukur pada-Nya untuk semua berkat-Nya bagi kita, bersukacita karena pengorbanan-Nya adalah hal paling berarti di dunia dan bahwa Ia-lah yang memegang keputusan akhir. Dan banyak pemazmur memulai dengan satu nada serta diakhiri dengan nada lainnya. Meninggikan Kristus bukanlah monokromatis; Anda menjalani keseluruhan spektrum pengalaman manusia bersama-Nya. ’Mengalahkan’ kanker adalah hidup dengan menyadari bahwa Bapa kita memiliki perhatian pada anak yang dikasihi-Nya, karena Ia mengetahui apa adanya Anda, bahwa Anda hanyalah debu. Kristus Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Hidup adalah untuk mengenal-Nya, yang kita tahu pasti untuk dikasihi.&lt;br /&gt;
6.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dengan membaca mengenai kanker dan tidak cukup waktu untuk membaca mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah salah untuk mengetahui hal-hal mengenai kanker. Ketidakpedulian bukanlah suatu kebaikan. Akan tetapi godaan untuk mengetahui lebih dan lebih banyak lagi serta kurangnya hasrat untuk mengenal Allah lebih dan lebih lagi merupakan gejala ketidakpercayaan. Kanker dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan realita Allah. Ia dimaksudkan untuk menanamkan perasaan dan kekuatan di balik perintah, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (Hosea 6:3). Ia dimaksudkan untuk menyadarkan kita akan kebenaran Daniel 11:32,” Umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Ia dimaksudkan untuk menumbuhkan pohon ek yang tak tergoyahkan dan tak dapat dihancurkan dalam diri kita: “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2). Sungguh suatu penyia-nyiaan penyakit kanker bila siang dan malam kita membaca mengenai kanker dan tidak mengenai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Apa yang berlaku bagi bacaanmu juga berlaku bagi percakapanmu dengan orang lain. Orang lain kerap kali mengungkapkan perhatian dan kepedulian mereka dengan bertanya tentang kesehatan Anda. Itu sesuatu yang baik, akan tetapi dengan mudah percakapan terhenti sampai di situ. Jadi beritahu mereka secara terbuka tentang sakit Anda, mintalah doa dan bimbingan mereka, namun kemudian ubahlah arah percakapan dengan memberitahu mereka tentang apa yang Allah lakukan untuk menopang Anda secara tulus melalui 10.000 belas kasih. Robert Murray McCheyne berkata dengan arif,”Untuk setiap satu orang yang melihat dosamu, alihkan sepuluh pandangan pada Kristus.” Ia mengecam kecenderungan kita untuk membalikkan perbandingan 10:1 itu dengan meratapi kegagalan kita dan melupakan Allah yang Mahakasih. Apa yang dikatakan McCheyne mengenai dosa-dosa kita dapat pula kita terapkan pada penderitaan kita. Untuk setiap satu kalimat yang Anda katakan pada orang lain mengenai penyakit kanker Anda, katakanlah sepuluh kalimat mengenai Allahmu, dan harapanmu, dan apa yang tengah diajarkan-Nya, dan berkat-berkat kecil setiap harinya. Untuk setiap jam yang Anda luangkan untuk mempelajari ataupun berdiskusi mengenai penyakit kanker Anda, luangkanlah 10 jam untuk mempelajari dan berdiskusi dan melayani Allahmu. Kaitkanlah semua yang Anda pelajari mengenai kanker kembali kepada-Nya dan tujuan-Nya, maka Anda tak akan menjadi terobsesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda membiarkannya menenggelamkan Anda dalam kesendirian dan bukannya memperdalam hubungan Anda dengan kasih nan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Epaphroditus membawa hadiah bagi Paulus yang dikirim oleh gereja Filipi, iapun sakit dan hampir meninggal. Paulus menyampaikan pada orang-orang Filipi,”Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.” (Filipi 2:26-27). Sungguh respon yang luar biasa! Tidaklah dikatakan bahwa mereka susah hati karena ia sakit, namun ia bersusah hati karena mereka mendengar bahwa ia sakit. Itulah jenis hati yang dimaksudkan Allah untuk dibentuk melalui kanker: kebaikan yang mendalam, hati yang penuh kasih kepada orang lain. Jangan sia-siakan penyakit kanker Anda dengan menarik diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Budaya kita adalah gentar menghadapi kematian. Ia diobsesikan dengan obat-obatan. Ia mengidolakan masa muda, kesehatan, dan energi. Ia berusaha menyembunyikan kelemahan ataupun ketidaksempurnaan. Anda akan membawa banyak berkat bagi orang lain dengan hidup terbuka dan percaya penuh, dan penuh kasih dalam kelemahanmu. Sebaliknya, melibatkan diri ke dalam suatu hubungan ketika Anda terluka dan lemah sesungguhnya akan memperkuat orang lain. ‘Satu sama lain’ adalah merupakan jalan dua arah pemberian yang murah hati dan penerimaan yang penuh syukur. Kebutuhan Anda memberikan kesempatan bagi yang lain untuk mengasihi. Dan karena kasih selalu merupakan tujuan Allah di dalam Anda, Anda pun akan mempelajari pelajaran-Nya yang terbaik dan terindah ketika Anda menemukan cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian pada sesama bahkan di kala Anda dalam keadaan paling lemah. Kelemahan besar yang mengancam kehidupan terbukti mampu membebaskan dengan luar biasa. Tak ada hal lain untuk dilakukan kecuali untuk dicintai oleh Allah dan sesama, dan untuk mencintai Allah dan sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda berduka seperti mereka yang tak berpengharapan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menggunakan ungkapan ini dalam kaitannya dengan mereka yang telah kehilangan orang-orang terkasih: “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.” (I Tesalonika 4:13). Ada dukacita saat kematian. Bahkan bagi orang-orang percaya yang meninggal, ada rasa kehilangan sementara – kehilangan tubuh, dan kehilangan mereka yang dikasihi, juga kehilangan pelayanan di dunia. Namun duka itu berbeda – ia dipenuhi dengan harapan. “Dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.” (II Korintus 5:8). Jangan sia-siakan kanker Anda dengan meratap seperti mereka yang tidak memiliki harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Tunjukkanlah pada dunia cara berduka yang lain ini. Paulus berkata bahwa ia pasti merasakan “duka di atas duka” jika temannya Epaphroditus telah meninggal. Ia telah berduka, merasakan sakit yang dalam akan sakitnya sang sahabat. Ia akan berduka lebih dalam bila sahabatnya meninggal. Akan tetapi, duka yang penuh kasih, tulus, dan berorientasi pada Allah dibarengi dengan “selalu bersukacita” dan “damai Allah yang melampaui pengertian” dan “menunjukkan kepedulian yang tulus akan kebaikanmu.” Bagaimana mungkin rasa sakit hati dibarengi dengan kasih, sukacita, damai, dan kesadaran akan tujuan hidup yang tak terhancurkan? Dalam logika terdalam dari iman, ini amatlah masuk akal. Bahkan, karena Anda memiliki harapan, Anda dapat merasakan penderitaan hidup ini lebih berat: duka di atas duka. Sebaliknya, duka yang tanpa harapan seringkali memilih penyangkalan ataupun pelarian atau kesibukan sebab ia tak mampu menghadapi kenyataan tanpa menjadi tertekan. Dalam Kristus, Anda memahami hal apa yang menjadi ancaman, dan karenanya Anda merasakan sepenuhnya apa yang salah dengan dunia yang fana ini. Anda tidak menerima rasa sakit dan kematian selaku kebenaran. Anda mengasihi apa yang baik, dan membenci apa yang jahat. Bagaimanapun, Anda mengikuti citra “seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.” Namun Yesus memilih salib-Nya dengan sukarela “ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.” Ia hidup dan mati dalam pengharapan yang menjadi kenyataan. Rasa sakit-Nya tidak dibungkam oleh penyangkalan ataupun pengobatan, ataupun dinodai oleh keputusasaan, ketakutan, ataupun pergumulan demi secercah harapan yang mungkin mengubah keadaan-Nya. Janji terakhir Yesus meluap dengan kegembiraan akan harapan yang kokoh di tengah-tengah duka: ”Sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.” (dipilih dari Yohanes 15-17).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda memandang dosa sama seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda memandang dosa semenarik sebelum Anda menderita kanker? Bila demikian berarti Anda menyia-nyiakan penyakit kanker Anda. Penyakit kanker dirancang untuk menghancurkan selera akan dosa. Kesombongan, keserakahan, hasrat, kebencian, enggan mengampuni, ketidaksabaran, kemalasan, penundaan – semuanya ini adalah musuh yang dimaksudkan untuk diserang oleh kanker. Jangan hanya berpikir tentang berjuang melawan kanker. Pikirkanlah pula berjuang bersama kanker. Semua hal tersebut adalah musuh-musuh terbesar dibandingkan dengan penyakit kanker. Jangan sia-siakan kekuatan kanker untuk menghancurkan musuh-musuh ini. Biarkanlah kehadiran kekekalan membuat dosa-dosa waktu sebagai hal yang sia-sia sebagaimana layaknya mereka. ”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Penderitaan sungguh ditujukan untuk memenangkan Anda dari dosa dan memperkuat iman Anda. Bila Anda tak ber-Tuhan, maka penderitaan memperbesar dosa. Akankah Anda menjadi semakin pahit, putus asa, ketagihan, ketakutan, kalut, menghindar, sentimental, dan tak bertuhan dalam menjalani hidup? Akankah Anda berpura-pura bahwa ini adalah urusan biasa?  Akankah Anda disadarkan pada kematian, menurut istilah Anda? Akan tetapi bila Anda milik Allah, maka penderitaan dalam tangan Kristus akan mengubahkan Anda, selalu perlahan-lahan, terkadang cepat. Anda disadarkan pada kehidupan dan  kematian menurut istilah-Nya. Ia akan melembutkan Anda, menyucikan Anda, membersihkan Anda dari kesombongan. Ia akan membuat Anda membutuhkan-Nya dan mengasihi Dia. Ia mengatur kembali prioritas Anda sehingga hal utama seringkali datang lebih dulu. Ia akan berjalan bersama Anda. Tentu saja Anda sesekali akan gagal, barangkali terperangkap oleh kegeraman atau kemuraman, pelarian atau ketakutan. Namun Ia akan selalu menopangmu ketika Anda terjatuh. Musuh di dalam diri Anda – kanker moral yang 10.000 kali lebih mematikan daripada kanker fisik Anda – akan mati seiring dengan pencarian berkesinambungan dan penemuan Anda akan Penyelamat Anda: ”Oleh karena nama-Mu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” (Mazmur 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.	Anda akan menyia-nyiakan penyakit kanker Anda bila Anda gagal mempergunakannya sebagai cara untuk bersaksi akan kebenaran dan kebesaran Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Kristen berada di suatu tempat bukan karena kebetulan semata. Ada alasan-alasannya mengapa kita berada di mana kita berada. Pertimbangkanlah apa yang Yesus katakan mengenai keadaan di luar rencana yang menyakitkan: “Kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” (Lukas 21:12-13). Demikian pula dengan penyakit kanker. Ini akan menjadi sebuah kesempatan untuk bersaksi. Kristus sungguh layak disembah. Inilah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Ia lebih berharga daripada hidup. Jangan sia-siakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DP: Yesus adalah hidupmu. Di hadapan-Nyalah semuanya akan berlutut. Ia telah mengalahkan kematian selamanya. Ia akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai. Biarkanlah sinarmu bercahaya karena kau hidup di dalam-Nya, oleh-Nya, melalui-Nya, dan untuk-Nya. Salah satu himne lama gereja mengungkapkannya seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kritus besertaku,&lt;br /&gt;
Kristus di dalamku,&lt;br /&gt;
Kristus di belakangku,&lt;br /&gt;
Kristus di hadapanku,&lt;br /&gt;
Kristus di sisiku,&lt;br /&gt;
Kristus memenangkanku,&lt;br /&gt;
Kristus melegakan dan memulihkanku,&lt;br /&gt;
Kristus di bawahku,&lt;br /&gt;
Kristus di atasku,&lt;br /&gt;
Kristus dalam diam,&lt;br /&gt;
Kristus dalam bahaya,&lt;br /&gt;
Kristus dalam hati semua yang mengasihi aku,&lt;br /&gt;
Kristus dalam mulut teman dan orang-orang asing&lt;br /&gt;
(dari ”I bind unto myself the name”).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui penyakit kanker Anda, Anda akan membutuhkan saudara-saudari Anda untuk bersaksi tentang kebenaran dan kebesaran Kristus, untuk berjalan bersama Anda, untuk memelihara iman di samping Anda, untuk mencintai Anda. Dan Anda pun dapat berbuat hal yang sama bersama mereka dan orang-orang lainnya, menjadi hati yang mengasihi dengan kasih Kristus dan mulut yang dipenuhi pengharapan, baik bagi sahabat maupun orang-orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah bahwa Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Anda akan memperoleh pertolongan yang Anda butuhkan. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur John&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 16 May 2009 03:21:39 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Don%27t_Waste_Your_Cancer/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Do They Really Want Peanut Butter?/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Do_They_Really_Want_Peanut_Butter%3F/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|'''Apakah Mereka Sungguh Menginginkan Selai Kacang?'''}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Dari GospelTranslations'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jump to : navigation, search&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Languages : English &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai Artikel Ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerbit : Desiring God&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis : John Piper &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri : Taste &amp;amp; See&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topik : Ethics&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtopik : Poverty&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal : 14 Februari 1983&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Perenungan mengenai Metro Food Share''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan ''barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian''.” (Lukas 3:11).&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Inilah deskripsi Yohanes Pembaptis mengenai “buah-buah yang sesuai dengan pertobatan” (3:8).  Satu ciri pertobatan adalah apa yang kaulakukan dengan makananmu. Oh, betapa mendunianya kabar baik! Ia mengubah orang-orang dan membuat mereka berpikir dengan cara berbeda mengenai makanan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tak hanya makanan mereka – tapi juga mereka yang miskin. ”Membagi dengan ''yang tidak punya''” maksudnya memperhatikan mereka yang tak punya. Bacaan terbaik setelah Lukas 3:11 mengenai mengapa kita perlu berbagi makanan dengan orang-orang miskin adalah kisah tentang Orang Samaria yang Murah Hati. Kunci pernyataannya adalah : “ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan” (Lukas 10:33). Orang Yahudi dan Orang Samaria saling membenci satu sama lain. Akan tetapi orang Samaria ini menaruh belas kasihan pada sang orang Yahudi. Mengapa? Karena ia ada di sana dan amat membutuhkan. Maksud Yesus : Jadilah jenis orang yang tidak mampu lewat begitu saja dari seberang jalan. Janganlah bertanya apakah orang miskin itu seorang Kristen. Tolonglah dia, karena kau penuh dan dia kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paragraf lain yang mendorong kita untuk memberi makan mereka yang lapar adalah Roma 12:20. “Jika seterumu lapar, berilah dia makan.” Begitu kosong kedengarannya ketika beberapa tahun silam seorang saudara Kristen di Green Bay berdiri dan menentang resolusi gaya hidup sederhana dengan mendebat Yohanes bahwa orang-orang yang kita jaga adalah para umat Kristen. Dukungan bagi orang-orang tidak percaya bukanlah urusan kita – urusan kita hanyalah pemberitaan kabar baik. Tetapi Yesus berseru,”Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Lukas 6:27). Dan Paulus berkata,”Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada ''semua orang'', dan terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Galatia 6:10). Atau mengacu pada perkataannya di I Tesalonika  3:12, ”Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap ''semua orang''.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Metro Food Share'' merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh Gereja Minnesota untuk mengumpulkan 200.000 pon makanan di bulan Februari untuk mengisi rak-rak makanan yang akan dibagikan kepada mereka yang paling membutuhkan. Pillsburry akan mengimbangi persembahan ini sampai 100.000 pon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rak makanan yang kami kumpulkan adalah Community Emergency Services di 11th Ave dan 19th St. Anggota kami, Sally dan David Michael bekerja di sana. Ketika kami bertanya apa yang mereka butuhkan, mereka menjawab selai kacang. Alasannya : Protein dan penggunaan yang fleksibel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Karenanya ayo kita beri mereka seribu botol!''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari Minggu selama bulan Februari akan ada kotak-kotak di gereja di mana Anda dapat menaruh botol. Ada sekitar 100 botol yang telah dimasukkan. Belilah beberapa botol ketika berbelanja dan bawalah kemari. Itu akan menjadi “buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi kemuliaan Yesus Pemenuh kita,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur Yohanes&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 04:43:46 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Do_They_Really_Want_Peanut_Butter%3F/id</comments>		</item>
		<item>
			<title>Do They Really Want Peanut Butter?/id</title>
			<link>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Do_They_Really_Want_Peanut_Butter%3F/id</link>
			<description>&lt;p&gt;Ywdjzxy: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|'''Apakah Mereka Sungguh Menginginkan Selai Kacang?'''}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Dari GospelTranslations'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jump to : navigation, search&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Languages : English &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai Artikel Ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerbit : Desiring God&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis : John Piper &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri : Taste &amp;amp; See&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topik : Ethics&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtopik : Poverty&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal : 14 Februari 1983&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Perenungan mengenai Metro Food Share''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan ''barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian''.” (Lukas 3:11).&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Inilah deskripsi Yohanes Pembaptis mengenai “buah-buah yang sesuai dengan pertobatan” (3:8).  Satu ciri pertobatan adalah apa yang kaulakukan dengan makananmu. Oh, betapa mendunianya kabar baik! Ia mengubah orang-orang dan membuat mereka berpikir dengan cara berbeda mengenai makanan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tak hanya makanan mereka – tapi juga mereka yang miskin. ”Membagi dengan ''yang tidak punya''” maksudnya memperhatikan mereka yang tak punya. Bacaan terbaik setelah Lukas 3:11 mengenai mengapa kita perlu berbagi makanan dengan orang-orang miskin adalah kisah tentang Orang Samaria yang Murah Hati. Kunci pernyataannya adalah : “ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan” (Lukas 10:33). Orang Yahudi dan Orang Samaria saling membenci satu sama lain. Akan tetapi orang Samaria ini menaruh belas kasihan pada sang orang Yahudi. Mengapa? Karena ia ada di sana dan amat membutuhkan. Maksud Yesus : Jadilah jenis orang yang tidak mampu lewat begitu saja dari seberang jalan. Janganlah bertanya apakah orang miskin itu seorang Kristen. Tolonglah dia, karena kau penuh dan dia kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paragraf lain yang mendorong kita untuk memberi makan mereka yang lapar adalah Roma 12:20. “Jika seterumu lapar, berilah dia makan.” Begitu kosong kedengarannya ketika beberapa tahun silam seorang saudara Kristen di Green Bay berdiri dan menentang resolusi gaya hidup sederhana dengan mendebat Yohanes bahwa orang-orang yang kita jaga adalah para umat Kristen. Dukungan bagi orang-orang tidak percaya bukanlah urusan kita – urusan kita hanyalah pemberitaan kabar baik. Tetapi Yesus berseru,”Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Lukas 6:27). Dan Paulus berkata,”Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada ''semua orang'', dan terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Galatia 6:10). Atau mengacu pada perkataannya di I Tesalonika  3:12, ”Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Metro Food Share'' merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh Gereja Minnesota untuk mengumpulkan 200.000 pon makanan di bulan Februari untuk mengisi rak-rak makanan yang akan dibagikan kepada mereka yang paling membutuhkan. Pillsburry akan mengimbangi persembahan ini sampai 100.000 pon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rak makanan yang kami kumpulkan adalah Community Emergency Services di 11th Ave dan 19th St. Anggota kami, Sally dan David Michael bekerja di sana. Ketika kami bertanya apa yang mereka butuhkan, mereka menjawab selai kacang. Alasannya : Protein dan penggunaan yang fleksibel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Karenanya ayo kita beri mereka seribu botol!''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari Minggu selama bulan Februari akan ada kotak-kotak di gereja di mana Anda dapat menaruh botol. Ada sekitar 100 botol yang telah dimasukkan. Belilah beberapa botol ketika berbelanja dan bawalah kemari. Itu akan menjadi “buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi kemuliaan Yesus Pemenuh kita,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastur Yohanes&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 04:41:54 GMT</pubDate>			<dc:creator>Ywdjzxy</dc:creator>			<comments>http://en.gospeltranslations.org/wiki/Talk:Do_They_Really_Want_Peanut_Butter%3F/id</comments>		</item>
	</channel>
</rss>